Kuartal I-2020, Ekonomi RI Diprediksi Nggak Sampai 5%

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 09:48 WIB
Kemiskinan masih jadi persoalan yang terus dicari solusinya di Jakarta. Ketidakpastian ekonomi global hingga korupsi turut berimbas pada kehidupan masyarakat.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, beberapa kalangan menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal sulit melaju seperti tahun-tahun sebelumnya. Ekonomi nasional diprediksi akan tumbuh di bawah 5% pada kuartal I-2020.

Menurut ekonom dari Institusi Kajian Strategis (IKS), Eric Sugandi, ekonomi Indonesia akan berada di level 4,6% pada kuartal I-2020 dan sepanjang tahun ini berada di angka 2,5%

"IKS memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 4,6% YoY di triwulan I-2020," dalam paparannya yang dikutip detikcom, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Sementara Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad memprediksi laju pertumbuhan ekonomi berada di bawah 4,5% pada kuartal I-2020. Menurut dia, ekonomi Indonesia masih punya sedikit modal untuk melaju karena baru terkena imbas Corona di bulan Maret.

"Menurut saya di bawah 4,5% jelasnya di atas 4%, kita kan ter-hit di bulan Maret, jadi masih ada modal di Januari dan Februari pertumbuhan ekonomi kita," jelas Tauhid.

Untuk faktor pendukungnya, Tauhid bilang investasi atau PMDN masih tumbuh tipis di kuartal I-2020, sedangkan ekspor dan impor, serta konsumsi rumah tangga turun lantaran terdampak COVID-19.

Konsumsi rumah tangga diperkirakan melemah, hal itu bisa dilihat dari laju inflasi selama April 2020. BPS mengumumkan terjadi inflasi 0,08%, di mana angka inflasi intinya sebesar 0,17% atau menurun jika dibandingkan bulan sebelumnya. Perlu diketahui, inflasi inti bisa menjadi indikasi daya beli masyarakat.

"Konsumsi Maret turun, ya kan begitu tidak beraktivitas seluruh perencanaan tahunan berubah, kita tidak bisa prediksi jadi tidak bisa disiapkan untuk 4 bulan tapi sampai akhir tahun," ungkapnya.

Sebelumnya, BPS mencatat angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2019 sebesar 5,07%. Angka tersebut merupakan capaian awal tahun tertinggi dibandingkan periode yang sama dalam tiga tahun terakhir.



Simak Video "Jurus Mendag Agus Suparmanto Tangkal Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)