Toko Fashion Ternama AS Daftarkan Kebangkrutan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 10:47 WIB
j crew group
Foto: Dok. Reuters
New York -

Perusahaan ritel fashion asal Amerika Serikat, J.Crew Group menjadi peritel pertama di AS yang mendaftarkan kebangkrutan. Sejak pandemi Corona (COVID-19) semua toko terpaksa tutup guna mengurangi penyebaran virus.

Pengajuan kebangkrutan telah disampaikan lewat Pengadilan AS di Distrik Timur Virginia. Dalam pengajuan itu, J.Crew akan mendapatkan pinjaman US$ 1,65 miliar setara Rp 24 triliun (kurs Rp 15.000/ dolar US) yang bisa dikonversi menjadi saham.

Pengajuan kebangkrutan tidak selalu berujung perusahaan gulung tikar. J.Crew memungkinkan tetap beroperasi, tapi harus mengurangi pinjaman dan menutup toko-toko yang tak menguntungkan untuk mengurangi biaya selama reorganisasi.

"Kami akan melanjutkan semua operasi sehari-hari," kata CEO J.Crew Group Jan Singer. Dikutip dari CNN, Selasa (5/5/2020).

J.Crew Group mengoperasikan hampir 500 toko, termasuk anak perusahaannya J.Crew, Madewell dan J.Crew factory store. Kini seluruh outlet telah ditutup guna mengurangi penyebaran virus Corona.


Virus Corona juga telah menggagalkan rencana J.Crew dalam pengumuman perdana merek baru Madewell yang diharapkan menjadi penyelamat utang perusahaan.

"Madewell seharusnya menjadi penyelamat. Ini adalah aset yang diperebutkan kreditur selama bertahun-tahun. Tapi tidak ada yang mau melakukan IPO di tengah COVID-19,"kata ahli kebangkrutan ritel, Debtwire, Reshmi Basu.

Perusahaan membukukan rugi bersih US$ 78,8 juta (Rp 1,1 triliun) tahun ini. Penghasilan disesuaikan sebelum bunga dan pajak adalah US$ 250,7 juta (Rp 3 triliun), lebih dari dua kali lipat tahun sebelumnya US$ 112,8 juta (Rp 1,7 triliun) menunjukkan bahwa perusahaan mungkin dapat menyelesaikan utang jika rencana untuk IPO Madewell tidak diganggu oleh virus Corona.



Simak Video "Sederet Maskapai Dunia yang Bangkrut Gara-gara Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)