Pengamat Sebut Turunkan Harga BBM Bisa Cegah Masyarakat Jatuh Miskin

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 11:01 WIB
Kemiskinan masih jadi persoalan yang terus dicari solusinya di Jakarta. Ketidakpastian ekonomi global hingga korupsi turut berimbas pada kehidupan masyarakat.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memprediksi akan ada lonjakan jumlah penduduk yang berpotensi jatuh ke bawah garis kemiskinan akibat pandemi Corona (COVID-19).

Hal itu beralasan, lantaran jumlah penduduk rentan miskin dan hampir miskin atau kelas menengah tanggung di Indonesia sendiri mencapai 66,7 juta jiwa (25% dari total penduduk Indonesia), atau lebih dari dua setengah kali lipat jumlah penduduk di bawah garis kemiskinan.

Untuk dapat mencegah kelas menengah tanggung itu jatuh ke bawah garis kemiskinan, menurut CORE Indonesia peran pemerintah pusat maupun daerah sangat dibutuhkan. Pemerintah wajib menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat demi mempercepat proses penanggulangan pandemi COVID-19.

"Ketidakmampuan penduduk yang miskin dan rentan miskin dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, khususnya mereka yang tidak tercakup dalam bantuan sosial pemerintah, akan memperlambat proses penanggulangan pandemi. Pasalnya, sebagian besar mereka terpaksa tetap keluar rumah untuk bekerja memenuhi kebutuhan dasar mereka meskipun dilakukan kebijakan PSBB," ujar Ekonom CORE Indonesia Muhammad Ishak Razak dalam keterangannya, Selasa (5/5/2020).

Selain itu, meningkatnya jumlah penduduk miskin dan rentan miskin yang tidak terjangkau bantuan sosial pemerintah berpotensi memicu naiknya angka kriminalitas, yang belakangan ini sudah semakin marak.

"Selain meningkatkan kapasitas tenaga medis dan fasilitas kesehatan untuk menanggulangi pandemi COVID-19, CORE Indonesia juga menekankan pentingnya meletakkan prioritas kebijakan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah saat ini pada menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat terutama yang berada di sekitar garis kemiskinan," tambahnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Kepala Bappenas: Angka Kemiskinan di Indonesia Bisa Capai 28 Juta"
[Gambas:Video 20detik]