Pasar Tanah Abang Tutup Tapi Wajib Bayar Sewa, Pedagang Merasa Terzalimi

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 12:43 WIB
Sebagian Pasar Tanah Abang mulai ditutup Jumat (27/3) ini. Penutupan itu dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Kawasan Pasar Tanah Abang ditutup sejak 27 Maret dan direncanakan baru dibuka kembali pada 22 Mei 2020 mendatang. Namun pedagang mengeluh masih saja diwajibkan membayar sewa di tengah kondisi kios yang tak beroperasi.

Reza, salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang mengatakan tidak boleh mengambil barang dagangan di kiosnya lantaran belum membayar biaya pelayanan (service charge) bulan Maret dan April. Padahal barang dagangan tersebut dibutuhkan untuk berjualan online.

"Sekarang pengelola wajib harus bayar lunas service charge Maret dan April dulu baru bisa ambil barang di toko. Saya dan beberapa pedagang lain terkadang ada yang pesan secara online sedangkan barangnya ada di toko. Jadi kita nggak boleh ambil barang karena harus lunas service charge dulu," kata Reza kepada detikcom, Selasa (5/5/2020).

Kebijakan itu dirasa memberatkan dirinya dan pedagang lain. Mereka merasa terzalimi karena di kondisi sulit seperti ini tidak ada kelonggaran sedikit pun untuk pedagang.

"Kita lagi kondisi sudah lima minggu nggak bisa jualan atau gedung tutup, ya nggak mampu bayar lah. Merasa terzalimi boro-boro bayar service charge, buat keluarga sehari-hari saja pas-pasan. Harapan saya supaya ada kelonggaran sedikit lah dari pengelola," harapnya.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Koperasi Pedagang Pasar Tanah Abang, Yasril Umar mengatakan telah mengirim surat kepada Perumda Pasar Jaya selaku pengelola pasar Tanah Abang untuk minta dibebaskan biaya sewa selama kios dikosongkan.

"Tapi belum ada jawaban," ujarnya.



Simak Video "Belum Waktunya Buka, Pedagang Pasar Tanah Abang Ditertibkan Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)