BPS Ungkap Betapa Lemahnya Daya Beli Masyarakat

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 15:17 WIB
Petugas Bank Indonesia melayani penukaran uang lusuh, robek, rusak atau tidak layak edar di Gedung BI, Jakarta, Rabu (26/7). Nantinya,  uang tersebut diganti baru sementara yang tidak layak edar dimusnahkan.  Hingga Maret 2017, BI memusnahkan  Rp 23,57 triliun uang tidak layak edar.  (Ari Saputra/detikcom)
Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut tingkat konsumsi rumah tangga melemah signifikan menjadi 2,84% pada kuartal I-2020. Angka tersebut turun drastis dibandingkan dengan kuartal I-2019 yang sebesar 5,02%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan laju pertumbuhan ekonomi nasional sebagian besar masih ditopang konsumsi rumah tangga dan investasi alias PMTB.

"Perekonomian Indonesia dari pengeluaran didominasi konsumsi rumah tangga dan PMTB. Sehingga, menjaga daya beli konsumsi rumah tangga jadi sesuatu penting, karena itu pemerintah berusaha keras untuk mengendalikan inflasi," kata Suhariyanto dalam paparannya via video conference, Jakarta, Selasa (5/5/2020).

Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2,97% di kuartal I-2020. Berdasarkan kelompok pengeluaran, sekitar 56% dikontribusikan dari konsumsi rumah tangga, sekitar 32% dari investasi atau PMTB, lalu 18% dari ekspor, sekitar 6% berasal dari konsumsi pemerintah, dan 1,36% dari konsumsi LNPRT, dan seluruhnya dikurangi oleh impor yang minus sekitar 18%.

Jika dilihat dari kuartal per kuartal (q-to-q), seluruh komponen pengeluaran negatif. Di mana, konsumsi rumah tangga berada di level -1,97%, konsumsi LNPRT pun -2,10%, konsumsi pemerintah -44,02%, investasi -7,89%, ekspor -6,37%, dan impor -11,89%.

Sedangkan dilihat dari tahun ke tahun (YoY) alias perbandingan kuartal I-2020 dengan kuartal I-2019, konsumsi rumah tangga berada di level 2,84% atau turun drastis dari 5,02%. Untuk investasi tumbuh melambat di 1,70% dari sebelumnya 5,03%. Sedangkan ekspor masih tumbuh 0,24% dari sebelumnya negatif -1,58%, konsumsi pemerintah berada di angka 3,74% dari sebelumnya 5,22%. Untuk konsumsi LNPRT minus -4,91% dari yang tadinya tumbuh 16,96%.

"Konsumsi rumah tangga melambat cukup dalam, pada kuartal I-2019 masih 5,02%. Porsi konsumsi rumah tangga sangat besar sehingga menggeret ke bawah," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menyebut, beberapa barang konsumsi yang masih tumbuh adalah perlengkapan rumah tangga dan konsumsi perumahan lainnya.

"Kemudian yang tumbuh melambat adalah makanan-minuman serta restoran dan hotel, ini karena PSBB dan imbauan untuk mengurangi kegiatan di luar. Ada beberapa komponen yang terkontraksi yaitu pakaian, alas kaki, dan jasa perawatan sera informasi dan komunikasi," tambahnya.



Simak Video "BPS: Ekonomi RI Mulai Bergerak Sejak Relaksasi PSBB"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)