Pertumbuhan Ekonomi di Bawah 3%, Pengusaha Buka Suara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 15:47 WIB
Poster
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Dampak virus Corona benar-benar telah menggerogoti perekonomian Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2020 hanya sebesar 2,97%.

Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani prediksi yang selama ini disebut-sebut pemerintah tidak tercapai. Dia mengatakan selama ini pemerintah bicara bahwa pertumbuhan ekonomi masih akan aman di angka 4%.

"Sebetulnya angka ini cukup mengagetkan juga karena kan kalau kita mendengar dari pemerintah, paparannya mereka menyatakan kuartal 1 ini bisa sampai 4%, ternyata cuma di bawah 3%," ujar Rosan kepada detikcom, Selasa (5/5/2020).

Rosan menilai bahwa konsumsi rumah tangga yang makin merosot jadi masalah utamanya. Seperti diketahui, konsumsi rumah tangga kontribusinya mencapai 56% dari total konsumsi nasional.

"Konsumsi rumah tangga kan turun dalam sekali, padahal itu ujung tombak kita kan. Kontribusinya aja 56-57% dari GDP kita," kata Rosan.


Sementara itu, Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Sarman Simanjorang menambahkan bahwa setidaknya ada empat faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi, kinerja ekspor, dan belanja pemerintah. Namun, semua faktor tersebut kini sudah tidak bisa lagi diharapkan.

"Nah wajar aja nggak sampai 3%, empat yang ini aja semua nggak ada yang bisa lagi menopang. Konsumsi jelas melemah, pengangguran aja makin banyak. Investor juga pasti menahan diri, mau ekspor pun negara lain banyak yang lockdown," jelas Sarman.

"Belanja pemerintah juga kan udah refocusing semua buat COVID-19," sambungnya.



Simak Video "Jurus Mendag Agus Suparmanto Tangkal Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)