Disinggung soal Defisit Pangan, Mentan: Semua Negara Begitu

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2020 16:55 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Kabinet Kerja II
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah menyinggung ada beberapa provinsi yang mengalami defisit pangan. Dia pun meminta agar permasalahan itu segera diatasi di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Menanggapi itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan defisit pangan bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain. Untuk itu pihaknya akan mengatur pola distribusi ke setiap daerah yang mengalami defisit pangan.

"Itu semua negara begitu (defisit pangan) dan di sinilah peran pemerintah untuk mengatur distribusi agar bisa dilakukan sedemikian rupa sehingga permintaan tersedia. Kalau itu terhambat bakal ada gejolak harga," kata Syahrul melalui telekonferensi, Selasa (5/5/2020).

Selain distribusi, Syahrul bilang, faktor seperti pembelian berlebihan oleh masyarakat dan pedagang yang panik membuat harga meroket hingga berdampak kepada pasokan.

"Itu (defisit) terkait situasional yang ada pada sebuah tempat katakanlah panic buying dari masyarakat bisa jadi penyebab, panic trader dari para pedagang juga bisa jadi penyebab," ucapnya.

Namun ia jamin 11 komoditas pangan dasar memiliki pasokan yang aman sampai Juni 2020. Komoditas tersebut yakni beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi, daging kerbau, telur ayam ras, minyak goreng, dan gula pasir.

"Neraca pangan nasional yang kita miliki dari 11 komoditas insyaallah seluruhnya tersedia dan cukup aman," katanya.



Simak Video "Hadapi Corona, Stok Beras RI Selama Ramadhan Lebih dari Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)