Gula Rafinasi Eropa Serbu Pasar Lokal

Gula Rafinasi Eropa Serbu Pasar Lokal

- detikFinance
Jumat, 16 Des 2005 16:51 WIB
Jakarta - Pasar Indonesia telah menjadi sasaran produk gula rafinasi, yang digunakan untuk industri makanan dan minuman, asal Uni Eropa. Jika tidak diwaspadai, pada 9 bulan ke depan harga gula rafinasi lokal bakal sulit bersaing.Uni Eropa saat ini mengalami kelebihan produksi hingga 7 juta ton. Perdagangan gula ini diyakni menggunakan praktek dumping agar bisa masuk ke pasar lokal hingga harganya lebih murah.Saat ini saja Indonesia sudah menjadi sasaran empuk gula luar, karena total impor gula rafinasi dari pihak industri telah mencapai 1,5 juta ton."Dipastikan dengan datangnya 7 juta ton gula dari Eropa ini akan berdampak negatif terhadap industri rafinasi dalam negeri," kata Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI), Melvin S Korompis dalam jumpa pers di Gedung Menara Global, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/12/2005).Sementara Direktur Eksekutif AGRI, HM Yamin Rahman, meminta kepada pemerintah agar meninjau ulang pemberian izin baru terhadap industri gula rafinasi. Caranya dengan memasukkan usaha ini kedalam daftar negatif investasi (DNI) industri gula rafinasi.Apalagi saat ini telah terjadi over supply, karena periode Januari 2004-Februari 2005 telah ada izin baru gula rafinasi sebanyak 7 perusahaan dengan kapasitas 2,28 juta ton. Sehingga menahan upaya pemerintah yang ingin meningkatkan gula nasional."Dengan angka itu memang kita bisa ekspor, tapi yang dikhawatirkan kelebihan produksi gula rafinasi akan mendistorsi pasar dan harga gula petani," kata Yamin. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads