Pengusaha Bus Kecewa soal Aturan Boleh ke Luar Kota, Kenapa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 07 Mei 2020 14:30 WIB
Sembunyikan 6 Pemudik, Bus ke Semarang Diputar Balik di Bekasi
Foto: dok.Ditlantas Polda Metro Jaya
Jakarta -

Pengusaha otobus menilai pemerintah terlalu mementingkan pebisnis daripada menekan penyebaran virus Corona. Hal itu dibuktikan dengan diperbolehkannya kembali transportasi penumpang ke luar daerah dalam keperluan bukan mudik.

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan mempertanyakan kebijakan pemerintah yang dinilai tarik-ulur. Menurutnya, kalau memang mau menekan virus Corona lebih baik transportasi ditutup saja.

"Pemerintah ini mau lihat sisi mana sih? Kalau mau lihat kemaslahatan bangsa ditutup aja sama sekali. Kalau ekonomi ini kan trigerred-nya karena Lion Air kemarin kalau menurut saya," kata pria yang akrab disapa Sani kepada detikcom, Kamis (7/5/2020).

"Nampak sekali pemerintah terlalu mendukung pebisnis, kami kecewa," tegasnya.

Sani juga bicara soal alasan pemerintah membuka lagi transportasi salah satunya untuk memperlancar arus logistik. Menurutnya, daripada membuka akses penumpang, kalau tujuannya memperlancar logistik lebih baik berikan relaksasi angkutan darat pengangkut orang mengangkut barang.

"Kan kalau pebisnis ini kan bisa by phone, by Zoom segala macam. Kalau memang alasannya logistik, kenapa nggak keluarkan aja aturan alih fungsikan angkutan orang ke barang buat kita," kata Sani.

Sani mengatakan di tengah kondisi seperti ini pemerintah menutup semua akses transportasi demi menekan penyebaran virus Corona. Pihaknya pun akan mendukung, asalkan pemerintah juga mau membantu pengusaha bus, setidaknya berikan BLT dan bantuan relaksasi pinjaman.

"Lebih baik pemerintah itu tegas saja untuk setop semua. Kami nggak masalah asal konsekuensinya dipenuhi, kami juga dibantu, BLT dan soal relaksasi perusahaan pembiayaan," jelas Sani.



Simak Video "Aturan Perjalanan Transportasi Darat di Jawa & Bali Selama Libur Nataru"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)