THR Bisa Ditunda, Pengusaha Minta Pengertian Pekerja

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 07 Mei 2020 20:30 WIB
Ilustrasi THR
Foto: shutterstock
Jakarta -

Kalangan pengusaha merespons positif keputusan pemerintah yang telah mengeluarkan surat edaran (SE) terkait ketentuan tunjangan hari raya (THR) keagamaan. Di mana, dalam SE itu memuat beberapa poin salah satunya dengan dialog kesepakatan dengan pekerja, THR bisa dicicil ataupun ditunda.

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Sarman Simanjorang mengatakan surat edaran itu telah sesuai aspirasi pengusaha. Sebab, virus Corona membuat dunia usaha pelan-pelan rontok.

"Jadi surat edaran itu memang sudah sesuai yang kami sampaikan sekitar 1,5 bulan lalu, bulan Maret. Sudah saya sampaikan dengan melihat dampak COVID-19 terhadap dunia usaha pelan-pelan rontok maka THR ini menjadi tantangan yang segera diberikan dasar hukum pemerintah," terangnya kepada detikcom, Kamis (7/5/2020).

Dengan surat edaran itu, dia bilang, pengusaha punya dasar untuk negosiasi dengan para pekerja. Dia mengakui, dalam hal ini yang paling penting ialah pengertian pekerja.

"Memang yang paling penting di sini pengertian serikat pekerja dan pekerja kita, memang di antara serikat pekerja yang saya baca statemennya itu kewajiban pengusaha seharusnya disiapkan dari awal," ujarnya.

Dia pun menjelaskan, perusahaan besar kemungkinan mampu menunaikan kewajiban membayar THR. Namun, sebagian besar pengusaha Indonesia ialah menengah ke bawah yang cenderung tak mampu.

"Contoh misalnya biasanya temen-temen kita yang bergerak fashion, tekstil, garmen, baju-baju, sepatu, tas seharusnya udah panen dong, dan panennya puncak-puncaknyanya, dari situ THR dapat. Sekarang kan nggak ada," ujarnya.

Kembali, atas situasi ini ia meminta pengertian dari pekerja untuk memahami kondisi saat ini. Terlebih, selama ini pengusaha lancar membayarkan THR meski ada satu-dua pengusaha yang bermasalah.

"Makanya saya selalu sampaikan mohon pengertian serikat pekerja dari para perwakilan pekerja. Ini sesuatu luar biasa yang harus kita rasakan bersama, kita syukuri bersama. Kita berharap badai ini cepat berlalu supaya pengusaha-pengusaha itu cepat operasi kembali, cepat-cepat untung, dan cepat kewajibannya THR yang tertunda itu," terangnya.



Simak Video "Protes THR Dicicil, Ribuan Buruh Pabrik di Subang Mogok Kerja"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/fdl)