Riset Obat Penangkal, Mentan: Nyamuk Aja Takut Apalagi Corona

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 08 Mei 2020 16:49 WIB
Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Foto: Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah melakukan uji coba terhadap berbagai jenis tanaman yang dianggap berpotensi menangkal pertumbuhan virus Corona (COVID-19). Dari berbagai jenis tanaman yang diuji, tanaman euchalyptus atau minyak atsiri dianggap paling berdampak menekan pertumbuhan berbagai jenis virus influenza termasuk Corona.

"Dari sekian banyak tanaman herbal itu kita sudah mengelimininasi, beberapa tanaman herbal, minyak atsiri (euchalyptus) kita yang punya potensi yang sangat besar, kemungkinan besar sangat bisa menekan pertumbuhan salah satunya virus Corona," ungkap ujar Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry dalam telekonferensi bertajuk Launching Anti Virus Corona berbasis Euchalyptus, Jumat (8/5/2020).

Merespons temuan itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengaku bangga dan optimis temuan ini nantinya efektif mencegah pertumbuhan virus Corona di dalam tubuh manusia.

"Oleh karena itu saya ingin menyatakan dalam kapasitas pejabat negara, tapi Presiden akan sangat bahagia, kita semua bahagia, dokter-dokter kita ini, ahli-ahli virus kita telah menemukan satu pendekatan untuk mencegah virus Corona dan virus lainnya mendekati kita. Meski belum uji klinis, tinggal di Menteri Kesehatan uji klinisnya, tetapi di uji laboratorium kita sendiri dia bisa mematikan virus 80-100%, ini bagus banget," ujar Syahrul.

Meski sempat pesimis, ternyata balitbang di kementeriannya mampu menemukan obat penangkal Corona dari tanaman asli di Indonesia.

"Dan ternyata kita bisa temukan. Itu salah satunya bisa dibuat jadi diffuser, harum juga baunya, nyamuk aja takut apalagi virus Corona," tuturnya.

Untuk diketahui, temuan Balitbangtan ini masih harus terus melalui uji laboratorium dan uji klinis. Sebab, tanaman euchalyptus itu punya 700 spesies yang belum semuanya diuji.

Rencananya bila mendapat spesies yang tepat, minyak atsiri ini akan diproduksi dalam bentuk inhaler, roll on, balsem atau sebagai minyak tetes biasa yang dapat diteteskan di mesin diffuser.



Simak Video "Hadapi Corona, Stok Beras RI Selama Ramadhan Lebih dari Cukup"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)