Luhut Buka-bukaan Alasan RI Tak Lockdown hingga Efek Ngeri Corona

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 09 Mei 2020 03:40 WIB
Menteri Koordinator Kemaritiman
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pemerintah lebih memilih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dibanding lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona (COVID-19).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan penerapan lockdown tanpa vaksin akan memberi dampak berkepanjangan. Untuk itu pemerintah tidak memilih lockdown karena belum ada vaksin.

"Lockdown adalah satu-satunya cara untuk mengurangi jumlah kematian secara signifikan. Namun, tanpa vaksin, lockdown akan memberikan dampak berkepanjangan," kata Luhut dikutip dari bahan presentasinya saat menjadi pembicara tamu di SMDV-Agaeti Ventures, dikutip Jumat (8/5/2020).

Dampak yang dimaksud seperti penyusutan ekonomi, meningkatnya pengangguran, dan terganggunya distribusi makanan. "Lockdown akan memberikan dampak berkepanjangan seperti penyusutan ekonomi, pengangguran, gangguan dalam rantai pasokan," ucapnya.

Luhut bilang, dibutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mendistribusikan vaksin ke masyarakat umum. Secepat-cepatnya, membutuhkan waktu setidaknya satu tahun.

"Secara umum, vaksin membutuhkan waktu puluhan tahun untuk didistribusikan kepada publik. Bahkan dengan jalur cepat, itu membutuhkan setidaknya satu tahun," ujarnya.

Untuk itu pemerintah memilih PSBB. Jika 70% masyarakat patuh terhadap penerapan PSBB, kebijakan itu dinilai akan efektif untuk memutus mata rantai penularan COVID-19.

Corona menguasai bumi akibatkan sejumlah hewan bebas keluar

Luhut juga buka-bukaan imbas Corona ke ekonomi RI. Klik halaman selanjutnya>>>