Cara Samidin Raup Omzet Rp 50 Juta dari Warung di Gang Kecil Bintaro

Nurcholis Ma - detikFinance
Senin, 11 Mei 2020 15:08 WIB
GrabKios
Foto: Grab
Jakarta -

Samidin (45) sudah membuka warung di rumahnya selama kurang lebih dua tahun. Dengan penambahan ide barang dan jasa yang dilakukannya terus menerus, warung yang ada di gang kecil di Bintaro, Tangerang Selatan, tersebut bisa meraup omzet hingga Rp 50 juta.

"Awalnya istri saya jualan di sekolahan, karena dagangan yang dari sekolahan masih di sini, anak-anak juga pada jajan di sini. Pas buka warung di sini, saya berpikir biar ada tambahan. Kebetulan di sini juga jauh dari minimarket," ujarnya seperti dilihat dari YouTube GrabKios, Senin (11/5/2020).

Samidin mengatakan pelanggan warungnya kebanyakan berasal dari tetangga dan kolega kantornya. Supaya lebih betah, ia kadang memperbolehkan rekan dari kantornya untuk mengutang terlebih dulu dan boleh bayar saat sudah gajian.

Tak hanya jajanan atau kebutuhan pokok sehari-hari, Samidin dan istrinya sama-sama menawarkan berbagai layanan yang dijualnya menggunakan satu aplikasi. Mulai dari pembayaran token listrik, pulsa hingga layanan kirim uang.

"Buka setengah 6, kadang setengah 7, karena kebanyakan di sini pekerja, terus ada anak-anak sekolah. Jadi ibu butuh masak buat bekal, kan ibu-ibu masaknya pagi-pagi sekali. Tutup jam 9, setengah 10, kalau lagi ramai bisa setengah 11," ujarnya.


Memberi bon, buka lebih awal dan tutup lebih akhir, terus menambah pelayanan, komunikasi yang baik, dan ditambah dengan ambil untung yang sedikit dari layanan pengiriman uang merupakan beberapa cara Samidin yang merupakan mitra GrabKios ini menggaet pelanggan."Yang laku itu pulsa pasti, token listrik itu juga karena kebutuhan pokok. Terus pernah ada yang ngomong di sini tolong ada pengiriman jasa pengiriman uang. Pas saya buka ada nongol, ada masukan lagi buat saya. Banyak pekerja mingguan, digaji dikirim buat istri di kampung. Kadang buat ibunya di rumah," sambung Samidin.

"Alhamdulillah omzet meningkat, pulsa lebih gampang, token lebih gampang, kirim uang lebih gampang. Bisa bantu pendaftaran pengemudi Grab juga. Layanan kirim uang pernah paling gede Rp 5 juta, rutinitasnya tuh Rp 1,5 juta, Rp 1 juta, R 750 ribu," ujar Samidin.

"Alhamdulillah mereka puas. Karena satu, saya ambil untungnya sedikit. Jadi kan nanti pada bilang, di sini aja lebih murah. Untuk omzet, bulan kemarin di Rp 50 juta, bulan sebelumnya juga, kalau tiga bulan sebelumnya di bawah RP 50 juta lah," ujarnya.



Simak Video "Dengan GrabKios, Warung Tradisional Goes Modern"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)