Mudik Dilarang, Diskon Tarif Tol Masih Ada?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 12 Mei 2020 17:10 WIB
Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sepakat memberi diskon tarif tol saat Lebaran mulai dari 10% hingga 28%. Diskon diberikan mulai 13-19 Juni 2018.
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Setiap mendekati Lebaran biasanya Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) memberikan diskon tarif untuk memberikan keringanan bagi masyarakat yang mau mudik. Tahun 2019 lalu, badan usaha jalan tol memberikan diskon tarif tol 15% selama musim mudik Lebaran.

Namun, tahun ini mudik sudah dilarang, masih adakah diskon tarif tol?

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Dwimawan Heru mengatakan tahun ini pihaknya sendiri masih belum memiliki rencana penerapan diskon tarif tol ramadhan tahun ini.

"Soal diskon tarif tol, kami informasikan sampai saat ini belum ada rencana berikan diskon tarif tol," ujar Heru dalam video conference bersama wartawan, Selasa (12/5/2020).

Berdasarkan catatan detikcom, para BUJT pernah sepakat memberikan diskon tarif tol sebesar 15% pada arus mudik 2019. Diskon berlaku pada tanggal 27, 28 dan 29 Mei dan 10, 11 serta 12 Juni.

Sementara itu, untuk larangan mudik yang dilakukan tahun ini, pemerintah telah melarang pengoperasian kendaraan melewati tol. Namun, larangan dikecualikan untuk angkutan logistik dan transportasi kendaraan dinas.

Heru juga sempat bicara soal penyesuaian tarif jalan tol yang dikelola oleh Jasa Marga. Menurutnya penyesuaian tarif adalah hal biasa yang memang merupakan hak badan usaha dalam undang-undang.

"Penyesuaian tarif adalah hal yang biasa dan sudah diasumsikan di dalam perjanjian pengusahaan jalan tol, itu mekanisme reguler dan diatur dalam perundangan," jelas Heru.

Heru pun menilai pihaknya hanya bisa mengajukan penyesuaian tarif, namun keputusannya ada di Kementerian PUPR. Dia menegaskan pihaknya akan menerima apapun keputusan pemerintah.

"Semua rencana penyesuaian tarif sudah kami sampaikan ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PUPR), tinggal keputusannya masih ada di tangan pemerintah karena tarif domainnya Menteri Pekerjaan Umum," kata Heru.

"Kami badan usaha jalan tol akan dukung apapun keputusan pemerintah," ujarnya.



Simak Video "Mudik Dilarang, Rental Mobil Rugi Puluhan Juta Rupiah"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)