Bisnis Bandara hingga Tol Dihantam Corona

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2020 06:01 WIB
Suasana di Bandara Internasional Minangkabau (Jeka Kampai-detikcom)
Foto: Jeka Kampai-detikcom
Jakarta -

Bisnis bandara mendapat pukulan yang kuat karena terdampak pandemi Corona. Ini buntut kebijakan pemerintah yang melakukan pembatasan terhadap penerbangan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, pihaknya mencatat penurunan penumpang sampai 95%.

"Apakah AP I growing atau declining terus terang industri aviasi dampaknya paling besar setelah hospitality, tourism. Kalau kita lihat dari sisi number of traffic turunnya sudah sampai ke level 95%. Jadi saya kehilangan traffic hampir 100%, 5% ini hanya untuk melayani logistik," katanya dalam acara MarkPlus Industry Roundtable, Selasa kemarin (12/5/2020).

Dia menuturkan, hal tersebut sudah dirasakan sejak akhir Februari 2020. Di mana, kata dia, pemerintah mulai menghentikan penerbangan yang menghubungkan ke China daratan, umroh, serta pembatasan penerbangan ke wilayah zona merah. Hal itu kemudian ditambah dengan kebijakan pemerintah yang melarang mudik.

"Terakhir PM 25 penghentian penerbangan komersial dilakukan pada akhir bulan April kemarin. Tentu saja sangat berdampak signifikan AP I. Perlu ada penanganan secara sistemik bagaimana antisipasi penuruan sampai 95%," ujarnya.


Tantangan lain yang dihadapi oleh AP I ialah bandara mesti operasi di tengah pandemi Corona.

"Hal lain bagaimana kita tetap operasi bandara. Jadi bandara tidak boleh ada yang ditutup, penerbangannya boleh ditutup. Kita harus memanage operasi terbatas," jelasnya.

Bagaimana dengan tol?

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Intip Protokol Kedatangan Penumpang Internasional di Bandara Soetta"
[Gambas:Video 20detik]