PHK Karyawan Danamon, Keputusan Yang Mengada-ada
Senin, 19 Des 2005 08:03 WIB
Jakarta - Keputusan manajemen PT Bank Danamon untuk menutup 54 kantor cabang didaerah yangmengakibatkan di-PHK-nya 450 orang karyawan dinilai sebagaikeputusan yang mengada-ada.Manajemen Bank Danamon mengatakan ini sebagai efisiensi. Menurut kami, inimengada-ada karena saat ini, per September 2005 Bank Danamon untung Rp 1,9triliun," ujar Ketua Serikat Pekerja (SP) NIBA Bank Danamon Chairul A.Siregar dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (19/12/2005).Dirut Bank Danamon, lanjut Chairul, mengatakan akan merekrut sekitar 7.000karyawan pada 2005, sementara di lain pihak akan memecat 450 karyawannya."Jadi, dimana letak efisiensinya? Tidak sinkron dengan jawaban dia(Dirut-red)," tanyanya keheranan.Mengenai rencana mogok nasional yang akan diadakan hari ini, Chairulmengatakan masih ada kemungkinan mogok nasional tidak jadi dilaksanakanasalkan ada hasil yang signifikan dari pertemuan antara pemerintah,manajemen bank, dan karyawan yang akan diselenggarakan hari ini juga diDepartemen Tenaga Kerja."Besok kita akan dengan berunding di Disnaker, dengan Dirjen PerselisihanHubungan Industrial. Jadi besok akan melihat dulu itikad baik darimanejemen, kita akan konsolidasi ulang," ujarnya.Sekretaris Perusahaan Bank Danamon Anika Faisal dalam penjelasan kepadaBursa Efek Jakarta, penutupan 54 cabang itu merupakan bagian darikajianperusahaan dalam pemetaan keberadaan segmentasi nasabah, potensipembiayaan dan sumber dana di daerah setempat.Juga untuk mengetahui potensi cabang dan ATM dalam melayani kebutuhannasabah, jenis produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah.Proses penutupan cabang itu sudah dimulai sejak Oktober 2005.Walau akan menutup 54 cabangnya, Danamon juga berencana membuka cabangbaru. Saat ini Bank Danamon memiliki 1222 cabang. Pada 2005, Bank Danamonmembuka lebih dari 600 cabang baru.
(wiq/)











































