Ini Dampak Buruknya Jika Ormas Minta Jatah THR Dibiarkan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 13 Mei 2020 17:05 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi THR/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Pengusaha di Bekasi, Jawa Barat, khawatir karena adanya permintaan tunjangan hari raya (THR) dari ormas. Permintaan tersebut terncantu dalam surat berkop ormas tertentu.

Ketua Apindo Kota Bekasi Purnomo Narmiadi mengatakan perbuatan dari ormas ini bisa mempengaruhi kepercayaan investor. Pasalnya, menurut Purnomo ormas-ormas ini kelakuan bagaikan punya kuasa untuk tentukan ini itu di suatu wilayah.

"Sudah pasti investor akan terpengaruh. Mereka ormas ini kan jadi kelompok masyarakat yang seperti punya kuasa untuk tentukan ini itu di suatu wilayah," kata Purnomo kepada detikcom, Rabu (13/5/2020).


Menurutnya, pengusaha dan investor hanya ingin berhubungan dengan otoritas yang resmi soal urusan investasi. Investor juga tidak ingin ada tambahan banyak biaya tambahan di luar perusahaan.

"Padahal pengusaha dan investor itu kan maunya kalau investasi itu yang berkuasa adalah yang resmi, Kepolisian dan pemerintahan. Nggak mau juga ada tambahan lagi biaya ini dan itu, untuk keamanan lah kelancaran usaha lah," jelas Purnomo.

Kemudian perbuatan minta jatah THR dari ormas ini juga disebut Purnomo dapat menimbulkan praktik ekonomi berbiaya tinggi. Hal ini bisa mempengaruhi daya saing usaha.

"Lalu ini juga bikin jadi ekonomi biaya tinggi, karena biaya-biaya ormas itu bakal kita masukan ke komponen harga. Sehingga harga tidak bersaing. Resikonya kita bisa kalah dengan produk sejenis dari daerah lain," kata Purnomo.



Simak Video "Tolak RUU HIP, Ormas Agama: Pancasila Sudah Kuat!"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)