Produksi Bawang Merah Anjlok 30%, Kok Malah Ada Ekspor?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2020 11:15 WIB
Harga bawang merah merosot
Ilustrasi/Foto: M Rofiq
Jakarta -

Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat ada penurunan produksi bawang merah hingga 30%.

"Saya agak surprise bawang merah. Ada informasi adanya masalah ketersediaan ini karena faktor produksi yang mengalami penurunan sekitar 30%," kata Kepala BP3 Kasan Muhri dalam webinar pangan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Kamis (14/5/2020).

Herannya, dalam kondisi mengkhawatirkan tersebut justru ditemukan ekspor bawang merah pada periode Januari-Maret 2020 sebanyak 19 ton. Angka ini naik tiga kali lipat dari periode sebelumnya di tahun 2019.

"Januari-Maret saya mencatat bawang merah ada yang diekspor sekitar 19 ton memang. Tetapi saya lihat ini kalau dibandingkan Januari-Maret 2019 itu naik tiga kali lipat," ungkap Kasan.

Menurutnya, ekspor bawang merah yang termasuk dalam 11 komoditas bahan pokok dan penting (bapokting) jadi persoalan. Apalagi saat ini Indonesia tengah ditekan pandemi virus Corona (COVID-19).

"Jadi dalam situasi seperti ini, bukan tidak mungkin beberapa ekspor pangan itu juga akan terjadi," imbuh dia.

Tak hanya bawang merah, pihaknya juga mencatat kenaikan ekspor buah-buahan hingga 1% dengan negara tujuan salah satunya ke Korea dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Saya juga mencatat ekspor pangan Januari-Maret itu juga naik meski hanya 1% terutama buah-buahan. Dan beberapa informasi yang saya peroleh, tetap ekspor pangan ke beberapa negara itu juga terjadi, ke Korea, UEA," pungkas dia.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jelang Lebaran, Harga Bawang Merah di Polewali Mandar Mulai Naik"
[Gambas:Video 20detik]