DIPA Baru Cair 66%, Defisit APBN 2006 di Bawah 0,5%

DIPA Baru Cair 66%, Defisit APBN 2006 di Bawah 0,5%

- detikFinance
Senin, 19 Des 2005 10:41 WIB
Jakarta - Karena lambatnya pencairan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), defisit APBN tahun 2005 di bawah 0,5 persen. Pemerintah sebelumnya memperkirakan pencairan DIPA akan mencapai 80 persen."Pencairan DIPA saat ini sekitar 66 persen totalnya, yang paling banyak tidak terserap sebagian yang pekerjaannya fisik," ujar Dirjen Perbendaharaan Depkeu, Mulia P Nasution usai rapim di Gedung Depkeu, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (19/12/2005).Selain karena terlambatnya DIPA, kecilnya defisit juga karena telatnya realisasi belanja di masing-masing departemen. Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang dianggarkan pada Oktober 2005 juga belum dicairkan. "ABT yang kedua juga belum terserap karena waktunya sempit," lanjut Mulia.Ketika ditanya wartawan kira-kira berapa realisasi pencairan DIPA hinggaakhir tahun 2005, Mulia mengatakan akan menghitung terlebih dahulu."Kan masih ada pencairan dana yang belum dibukukan oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara," ujarnya.Mengenai surplus anggaran, saat ini mencapai Rp 1,3 triliun atau turun dari surplus bulan November 2005 yang mencapai Rp 17 triliun. "Biasanya di akhir tahun, anggaran pengeluarannya drastis, kita masih pantau, penerimaan jalan terus, pengeluaran pun masih jalan," ujarnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads