Stok Pangan Aman, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panic Buying

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2020 19:10 WIB
Shoppers buy goods at a supermarket on the third day of a partial lockdown in Malaysia amid fears over the spread of the COVID-19 coronavirus in Penang on March 20, 2020. (Photo by GOH CHAI HIN / AFP)
Ilustrasi/Foto: AFP/GOH CHAI HIN
Jakarta -

Pemerintah meminta masyarakat untuk tetap berbelanja dengan normal dan tidak melakukan panic buying.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan saat ini pasokan bahan pangan dan kebutuhan pokok dipastikan mencukupi untuk masyarakat.

"Jangan panic buying, belanja seperlunya saja. Saya menjamin bahwa barang pokok yang dibutuhkan tersedia dalam jumlah yang cukup dan harga yang terjangkau," kata Agus dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Dia mengungkapkan pemerintah mengajak seluruh lapisan masyarakat yang datang ke pasar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.



Misalnya dengan memakai masker dan sarung tangan saat berbelanja. Selain itu juga mencuci tangan dengan sabun.

"Pembeli juga wajib memenuhi protokol kesehatan yaitu menggunakan masker, sarung tangan dan cuci tangan. Selain itu juga menghindari pembayaran dengan uang cash di ritel modern kecuali di pasar rakyat dan menggunakan plastik untuk penempatan uang," jelas dia.

Nantinya di pasar juga akan diterapkan jarak antar pedagang yakni 1,5-2 meter untuk menghindari kontak fisik antar pembeli dan pedagang.

Selain pembeli, pedagang juga harus menggunakan masker, sarung tangan serta membersihkan los atau kios usai berdagang dan memastikan barang dagangan bersih dan higienis.



Simak Video " Efek Panic Buying Bikin Harga Gula Meroket"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/eds)