Ingat! ke Pasar Wajib Bermasker dan Jaga Jarak

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 15 Mei 2020 06:32 WIB
Polisi dan Pemkot Cimahi sidak pasar tradisional antisipasi peredaran daging babi
Foto: Whisnu Pradana
Jakarta -

Pedagang atau masyarakat yang berada di pasar diminta mematuhi protokol kesehatan. Misalnya menggunakan masker, sarung tangan, mencuci tangan dengan sabun hingga menjaga jarak.

Selain itu, pengelola pasar juga diminta untuk memberikan sanksi jika ada yang melakukan pelanggaran.

Bagaimana penerapannya?

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkapkan pengelola pasar rakyat juga harus memastikan seluruh elemen pasar negatif COVID-19 dengan melakukan rapid test atau PCR yang difasilitasi oleh pemerintah daerah (Pemda).

"Pengelola pasar rakyat harus menyiapkan dan memastikan seluruh pedagang menggunakan masker dan sarung tangan selama beraktivitas," kata Agus dalam konferensi pers virtual, Kamis (14/5/2020).

Dia menjelaskan pedagang juga harus membersihkan los atau kios setelah berjualan. Serta memastikan barang dagangan tetap bersih dan higienis.

Selanjutnya pembeli juga harus menggunakan masker, sarung tangan dan mencuci tangan sebelum dan setelah bertransaksi di pasar.

"Pembeli juga harus menghindari pembayaran dengan uang cash di ritel modern kecuali di pasar rakyat," imbuh dia.

Agus juga mengatakan, pembeli juga bisa memilih jam berbelanja yang disesuaikan dan disiapkan oleh pengelola pasar.

Sebelumnya pemerintah memang meminta pasar rakyat tetap beroperasi meski merebak virus Corona (COVID-19). Hal itu dilakukan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan pokok dan menghindari dampak yang lebih luas bagi rakyat kecil.


Agus mengizinkan pasar rakyat tetap beroperasi dengan syarat harus mematuhi protokol keselamatan yang ditetapkan pemerintah dalam antisipasi penyebaran COVID-19.

"Pasar rakyat diharapkan tetap beroperasi dengan mengedepankan kebersihan pasar, pedagang dan pembeli, menerapkan physical distancing, serta mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, agar dapat mengurangi penyebaran COVID-19 di Indonesia," kata Agus.

Selanjutnya
Halaman
1 2