Daerah Penghasil Minyak Minta Transparansi Data Migas
Senin, 19 Des 2005 15:08 WIB
Jakarta -
Daerah penghasil minyak dan gas (migas) meminta pemerintah memberikan data yang transparan mengenai jumlah produksi migas. Mereka mengaku selama ini hanya disodorkan angka-angka tanpa mengetahui bagaimana prosesnya."Selama ini tiap daerah hanya disodorkan dengan angka-angka dan itu disampaikan setiap tiga bulan sekali," kata Ketua Umum Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas, Irianto MS Syaifuddin.Hal itu diungkapkan dalam acara musyawarah nasional (munas) pertama Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (19/12/2005).Pemerintah, menurut Irianto, harus transparan dalam memberikan data tersebut agar tidak ada salah persepsi antara daerah dengan pusat mengenai data jumlah produksi migas. Karena hal ini sangat terkait dengan jumlah bagi hasil migas antara pusat dan daerah."Menurut kami, perhitungan saat ini masih belum mencukupi. Jadi saya minta perhitungannya secara komprehensif, kita bisa berhitung bersama," ujar Irianto.Pemerintah juga ternyata tidak pernah memberikan angka fluktuasi jumlah produksi minyak dan gas dari masing-masing daerah."Sehingga kita tidak mengetahui bagaimana fakta yang sebenarnya. Kita menginginkan transparansi," tegasnya.Transparansi itu, ujar Irianto, menyangkut jumlah produksi dan perbandingannya dengan biaya produksi.Bahkan berdasarkan pengalaman, ungkap Irianto, jumlah bagi hasil yang diberikan pemerintah seringkali terlambat. Contohnya pembagian tahun berjalan ternyata baru dibagikan tahun depannya."Bagi kami masalah yang ini juga harus menjadi perhatian pemerintah," ketusnya.
(ir/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































