Diterjang Corona, Arus Barang di Tanjung Priok Masih Lancar?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 10:02 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 3 Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/2/2020). Selama Januari 2020, ekspor nonmigas ke China mengalami penurunan USD 211,9 juta atau turun 9,15 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm). Sementara secara tahunan masih menunjukkan pertumbuhan 21,77 persen (yoy).
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Arus keluar-masuk peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok dipastikan berjalan stabil di tengah pandemi COVID-19. Pihak PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC mencatat arus peti kemas (throughput) mencapai 2,12 juta TEUs sepanjang Januari hingga April 2020.

"Tren trafik peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok relatif stabil, di mana dampak Pandemi COVID-19 terhadap arus barang berkisar 4-5%," kata Direktur Utama IPC Arif Suhartono melalui keterangan tertulis, Senin (18/5/2020).

Dia menjelaskan terjadi penurunan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok pada periode Januari-April 2020. Itu disebabkan melambatnya aktivitas ekspor dan impor Indonesia dengan beberapa negara mitra dagang utama seperti China, Jepang dan Amerika Serikat.

China masih menjadi kontributor utama arus peti kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Priok.

Mengacu data Badan Pusat Statistik, kinerja ekspor Indonesia pada April 2020 mencapai US$ 12,19 miliar atau turun 7,02% dibanding ekspor April 2019. Sedangkan nilai impor Indonesia April 2020 mencapai US$ 12,54 miliar, atau turun 18,58% dibanding April 2019.

"Dampak wabah Corona menjadi tantangan dalam pemulihan perekonomian nasional, dan juga global. IPC siap menjaga kelancaran arus ekspor impor nasional," sebutnya.

Sejak kuartal pertama 2020, pihaknya telah merespons pandemi virus Corona dengan melakukan penerapan prosedur kesiapsiagaan dan pencegahan di seluruh lini operasional. Hal itu sebagai upaya dan komitmen pengelola pelabuhan tersebut dalam menjaga kelancaran logistik nasional.

"Kami terus menjaga agar operasional dan pelayanan jasa kepelabuhanan dapat tersedia dengan baik dan efektif di seluruh terminal, sehingga setiap kapal dapat terlayani sesuai dengan jadwal kedatangannya tanpa terganggu adanya pembatasan aktivitas masyarakat secara umum. Semoga pandemi ini segera berlalu sehingga aktivitas ekspor dan impor bisa kembali normal," tambahnya.



Simak Video "Kemenhub Memastikan Angkutan Logistik Tidak Boleh Setop Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)