BUMN Diminta Siap Skenario New Normal, Apa Dampaknya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 18 Mei 2020 20:30 WIB
Poster
Berdamai dengan Corona (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir meminta BUMN untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi skenario The New Normal. Dalam surat edarannya, Erick Thohir meminta agar BUMN menerapkan sejumlah langkah seperti membentuk task force hingga menerapkan protokol kesehatan.

"Skenario new normal, tatanan kehidupan baru yang tetap produktif dan sekaligus aman dari Covid-19 adalah keniscayaan. Ini bukan berarti mendahulukan ekonomi ketimbang kesehatan, karena penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi adalah langkah yang bisa dilakukan bersamaan dengan tahapan-tahapan. Kesehatan dan ekonomi bukan saling meniadakan," kata Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam dalam keterangannya, Senin (18/5/2020)

Mufti menyebut, skenario new normal akan memberikan tiga dampak. Pertama, gaya hidup sehat akan semakin meningkat di lingkungan BUMN yang melibatkan jutaan orang, mulai karyawan hingga ekosistemnya.

"Di surat edaran Pak Erick Thohir kan jelas bahwa perlu protokol kesehatan ini perlu menjadi budaya baru, menjadi gaya hidup keseharian. Kalau ini diterapkan disiplin, selain jangka pendek terhindar dari COVID-19, secara jangka menengah-panjang juga berdampak pada kualitas kesehatan jutaan orang di lingkungan BUMN. Kalau makin sehat, maka makin produktif," ujarnya.

Dampak kedua, produktivitas ekonomi lokal dan nasional bisa bertahap ditingkatkan. Skenario new normal BUMN memungkinkan semua rencana bisnis kembali digerakkan dengan lebih cepat ketimbang WFH.

"Belanja modal dieksekusi, agenda ekspansi mulai ditata, yang mau bikin pembangkit bisa dipercepat, yang mau tambah cabang bisa dieksekusi, dan sebagainya. Operational expenditure pun keluar dari kantong perusahaan secara lebih besar ketimbang saat WFH," terangnya.

Ketiga, menaikkan produktivitas ekonomi secara langsung yang berdampak ke masyarakat. Menurutnya, untuk usia 45 tahun ke bawah dengan tahapan-tahapan pengaturan dan tetap mengacu ke PSBB, ada ratusan ribu karyawan BUMN yang akan kembali bekerja.

"Mereka mulai berangkat sampai pulang butuh transportasi, makan, ngopi, beli pomade, make up, semir sepatu, laundry baju kerja, jasa lain-lain, ya ini multiplier effect-nya langsung ke rakyat," ujarnya.


Meski demikian, ia meminta semua BUMN disiplin menerapkan protokol kesehatan. "Harus disiplin agar kita memasuki new normal dengan aman dari COVID-19," tutupnya.



Simak Video "Selain Rangkap Jabatan, ICW Juga Soroti Jumlah Komisaris di BUMN"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)