Uber PHK 3.700 Pegawai

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2020 10:40 WIB
An Uber driver sends a message to CEO, Dara Khosrowshahi, during a strike against the companys recent 25 percent wage cut outside Ubers head office in San Francisco, California, U.S., May 8, 2019.   REUTERS/Kate Munsch
Foto: Reuters
Jakarta -

Uber mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk 3.700 karyawannya. Secara keseluruhan, sekitar 25% dari total jumlah karyawan terkena dampak PHK. Kebijakan ini dilakukan akibat bisnis Uber mengalami tekanan dari pandemi virus Corona.

CEO Uber Dara Khosrowshahi mengatakan kebijakan PHK ini dalam rangka mempertahankan bisnis di masa krisis. Selain itu, perusahaan juga menutup atau mengkonsolidasikan sekitar 45 lokasi kantor di seluruh dunia.

"Kita harus mengambil tindakan tegas untuk mengamankan masa depan perusahaan, dan untuk melanjutkan misi perusahaan," kata Khosrowshahi. Dikutip dari CNN, (19/5/2020)

Sebelum berita mengenai staf Uber di-PHK, saham Uber sempat naik lebih dari 6% di perdagangan pekan lalu.

Sebelum pandemi Corona, Uber telah mengalami penurunan dalam bisnisnya. Kondisi ini diperparah oleh Corona. Khosrowshahi mengatakan bisnis Uber's Rides turun sekitar 80% di bulan April.


Pekan lalu, Uber dikabarkan akan membeli perusahaan pengiriman makanan GrubHub. Namun, kabar ini belum mendapat konfirmasi dari juru bicara Uber.

Pada saat yang sama, ketika pemerintah AS mengizinkan bisnis dibuka kembali, Uber mulai mengoperasikan Uber's Rides. Meskipun begitu, Uber tetap mengantisipasi penularan virus Corona dengan mewajibkan driver dan konsumen menggunakan masker.

Pesaing Uber, Lyft juga telah mengumumkan PHK bulan lalu.



Simak Video "Gojek Beri Paket Pesangon ke 430 Karyawan yang Kena PHK"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)