Mensos Akui Tak Verifikasi Data Penerima Bansos Tunai

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 19 Mei 2020 16:42 WIB
Menteri Sosial Juliari P Batubara
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Kementerian Sosial sudah menetapkan data penerima bantuan sosial (bansos) tunai yang akan mendapatkan sebesar Rp 600.000 per KK. Bantuan itu akan disalurkan melalui dua cara yakni menggunakan rekening melalui bank BUMN atau Himbara serta melalui PT Pos untuk penerima yang tidak memiliki rekening.

Penyaluran via rekening melalui Himbara sudah diselesaikan dan terkirim kepada 750 ribu KK. Sementara melalui PT Pos data penerimanya sebanyak 8,366 juta KK.

Lalu apakah data penerima bansos tunai itu seluruhnya masyarakat miskin atau ada di dalamnya termasuk masyarakat rentan miskin?

Menteri Sosial Juliari Batubara menegaskan, data penerima bansos tunai itu sepenuhnya berasal dari daerah. Dengan begitu dia tidak bisa memastikan kategori masyarakat yang ada di dalam data penerima bansos tunai tersebut.

"Ini saya mau tegaskan lagi bahwa seluruh data itu dari daerah, tidak ada pendataan dari Kemensos. Artinya daerah yang paling tahu," tuturnya dalam konferensi pers virtual usai ratas, Selasa (19/5/2020).

Dia menjelaskan, data penerima itu dari daerah diberikan ke dinas sosial di tingkat kabupaten/kota. Kemudian data itu didistribusikan ke Kemensos.

"Dari sekian yang masuk ke dalam data mereka yang mereka kirimkan ke Kemensos itu, siapa yang miskin, rentan miskin, terdampak sekali, tidak terlalu terdampak, itu 110% kami serahkan kepada Pemda. Sehingga data yang itu kami terima," tegasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Bansos COVID-19, Total 55 Kasus"
[Gambas:Video 20detik]