Darurat Corona, Venezuela Minta Inggris Cairkan Emas Rp 15 T

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2020 10:13 WIB
Bendera Venezuela
Foto: Reuters
Jakarta -

Venezuela melalui bank sentralnya meminta bank sentral Inggris, yakni Bank of England (BoE) untuk mencairkan emas milik mereka senilai US$ 1,02 miliar atau setara Rp 15,3 triliun (kurs Rp 15.000).

Dikutip dari Reuters, Rabu (20/5/2020), dana tersebut tujuannya akan digunakan oleh pemerintah Presiden Nicolas Maduro untuk menangani virus Corona.

Rencananya dana tersebut setelah ditransfer ke Program Pembangunan PBB, akan digunakan untuk membeli peralatan kesehatan, obat-obatan, dan makanan untuk mengatasi darurat COVID-19 di Venezuela.

Klaim tersebut mengikuti permintaan yang dibuat Venezuela kepada Bank of England pada April lalu untuk menjual sebagian cadangan emasnya di sana dan mengirimkan hasilnya ke PBB untuk membantu upaya memerangi virus Corona di negaranya.

Menjual cadangan emas menjadi salah satu dari sedikit pilihan pemerintah Maduro untuk mengumpulkan dana karena sanksi AS. Di sisi lain, jatuhnya harga minyak global dan karantina akibat virus Corona semakin melumpuhkan ekonomi Venezuela. Venezuela sejauh ini telah mencatatkan 618 kasus virus Corona dan 10 kematian.

Klaim sendiri diajukan di pengadilan komersial bertanggal 14 Mei. Bank sentral Venezuela meminta Bank of England untuk mematuhi instruksi yang diusulkan. Namun BoE menolak untuk mengomentari klaim tersebut.

Sejak 2018, Bank of England telah menunda transfer 31 ton emas Venezuela yang disimpan di sana ke Maduro, yang Inggris tidak akui sebagai pemimpin sah negara itu. Bank ini menawarkan layanan kustodian emas ke banyak negara berkembang.



Simak Video "India Punya RS Darurat Covid-19 Terbesar di Dunia, Begini Penampakannya"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)