Loyo Banget, Penerimaan Pajak Jauh dari Target

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2020 16:51 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapkan jumlah transaksi penarikan uang tunai sudah mulai meningkat dibanding bulan sebelumnya yang bisa mencapai penarikan sekitar Rp1 triliun. Sedangkan untuk Natal dan tahun baru ini secara khusus mereka menyiapkan Rp3 triliun walaupun sempat diprediksi kebutuhannya menyentuh sekitar Rp3,5 triliun. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Penerimaan pajak hingga April 2020 baru 30% dari target. Realisasinya hingga saat ini baru mencapai Rp 376,7 triliun.

"Pajak -3,1 triliun sudah terkumpul itu 376,7 triliun. Kalau PPh Migas dengan penurunan harga migas yang cukup dalam maka PPh migas terkontraksi. Pajak non migas tumbuh negatif 1,3% dibanding tahun lalu," kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Rabu (20/5/2020).

Hingga April ini, penerimaan dari PPh Migas tercatat Rp 15 triliun atau 34% dari target APBN. Sementara untuk pajak nonmigas nilainya Rp 361,7 triliun atau 29,9% terhadap APBN. Sedangkan untuk penerimaan dari Kepabeanan dan Cukai realisasinya hingga April Rp 57,7 triliun atau 27,7% dari APBN.

Suahasil menjelaskan penerimaan dari PPn tumbuh sangat rendah atau hanya 1,9% di bulan April.

"Kalau kepabeanan dan cukai masih ok, ini adalah efek perubahan aturan di cukai yang kalau dilihat 16,7% dan khusus cukai masih 25,1% dibanding tahun lalu," jelasnya.

"Pajak terhadap perdagangan internasional bea masuk dan keluar itu semua negatif artinya ini refleksi perdagangan internasional kita ekspor impornya negatif. Berimbas ke bea masuk dan bea keluar yang menurun penerimaannya tahun ini," sambungnya.



Simak Video "Trump Kesal Netflix Kena Pajak di RI, Ini Kata Sri Mulyani"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)