KPPU Usut Dugaan Kongkalikong di Balik Tingginya Harga Gula

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 20 Mei 2020 17:44 WIB
Harga Gula di Surabaya Naik
Foto: Esti Widiyana
Jakarta -

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelusuri ada tidaknya fakta-fakta persaingan usaha tidak sehat dalam peredaran gula di pasar. Seperti diketahui bersama, harga gula saat ini masih di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500/kilogram.

Bukan itu saja, pasokan gula di toko ritel juga seret, sedangkan di luar ritel modern harganya terpantau masih tinggi. Komisioner KPPU Guntur Saragih menjelaskan KPPU mencatat impor atas gula sudah terealisasi 450.000 ton meski sebelumnya ada keterlambatan dalam penerbitan Surat Perizinan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Hal ini membuktikan pasokan gula sebenarnya sudah tersedia di dalam negeri.

"Artinya gula pasir sudah ada di dalam negeri. Ketika sudah masuk ke dalam negeri, maka KPPU bisa masuk ke dalam ranah persaingan usaha, karena berarti ada kegiatan pelaku usaha dalam hal menjual gula yang sudah ia dapatkan dari realisasi impor dan praktiknya memang kami temukan harga masih begitu tinggi," ungkap Guntur dalam Forum Jurnalis KPPU, Rabu (20/5/2020).


Harga gula masih tercetak jauh dari harga acuan di tingkat konsumen yang ditetapkan Kemendag yaitu Rp 12.500/kg. Sementara, harga gula rata-rata nasional menurut Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) hari ini masih tembus Rp 17.400/kg, atau melonjak 39,2% dari acuannya.

Oleh sebab itu, KPPU kini sudah menarik persoalan gula ke ranah penegakkan hukum. Saat ini, pihaknya masih memintai keterangan dari berbagai pihak baik produsen besar, importir, dan juga Kemendag.

"Persoalan gula ini masuk ke penegakkan hukum. Itu sudah proses di kami, jadi tidak lagi kajian ekonomi, tapi sudah masuk penegakkan umum. Artinya ini bisa berpotensi atau dijadikan alat untuk memberikan sanksi pada pelaku usaha jika memang bisa kami temukan adanya pelanggaran pelaku usaha," urai Guntur.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Ekonomi KPPU M. Zulfirmansyah mengungkapkan, harga gula di kancah internasional saat ini justru mengalami penurunan, dan dalam beberapa tahun terakhir terus bertahan di level Rp 4.000-6.000/kg untuk gula kristal mentah (raw sugar) yang nantinya diolah menjadi gula kristal putih (GKP) untuk konsumsi.

"Raw sugar saya lihat gap di bulan Februari 2020 bertambah besar ketika harga gula di internasional semakin turun, justru di kita semakin besar. Ini kan anomali ya. Sementara harga-harga di luar relatif stabil," pungkasnya.



Simak Video "Dear Pemerintah, Pembuat Gula Aren Purwakarta Minta Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)