Emas Jadi Komoditas Favorit, yang Lain Good Bye

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 21 Mei 2020 03:00 WIB
Pegawai BNI Syariah Rasuna Said Jakarta menunjukan logam mulia emas Antam, Senin (10/10/2016).  Menurut catatan Antam, harga emas atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini stagnan di Rp 599.000/gram hari ini. Sementara harga pembelian kembali atau buyback dibuka naik Rp 1.000/gram.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Harga emas tercatat mengalami kenaikan. Hal ini seiring dengan anjloknya komoditas lain di tengah pandemi COVID-19 seperti harga minyak dunia.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan hal ini karena dalam kondisi pasar yang bergejolak, investor melihat emas sebagai komoditas yang aman.

"Emas terjadi peningkatan, karena dalam situasi seperti ini emas masih dinilai sebagai komoditas safe haven aset. Komoditas lainnya fluktuasi dan ada penurunan seperti harga awal tahun," kata Suahasil dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/5/2020).

Kemudian untuk harga komoditas di indeks 100 sekarang harganya di bawah 100 bahkan di bawah 90, hanya emas yang di atas 100. Sedangkan dilihat dari sektor-sektor yang mengalami penurunan dan berpengaruh ke penerimaan adalah pertanian dan pertambangan.

"Sektor manufaktur turun, perdagangan juga cukup dalam kontraksinya, pertumbuhannya turun cukup dalam. Transportasi terdampak dg PSBB pertumbuhan th lalu 5,5% sekarang 1,3%" jelasnya.

Sebagai informasi, pada Rabu (20/5), harga emas Antam naik Rp 2.000 per gram. Harga emas Antam dijual Rp 926.000 per gram. Harga emas batangan ini tercatat mengalami kenaikan sepekan terakhir.



Simak Video "Kabar Baik Atau Buruk? Harga Emas Hampir Rp 1 Juta/Gram!"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)