Pemerintah Kaji Penurunan Harga BBM Bersubsidi

Pemerintah Kaji Penurunan Harga BBM Bersubsidi

- detikFinance
Selasa, 20 Des 2005 11:24 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia kini cenderung turun. Pemerintah pun mengkaji penurunan harga BBM bersubsidi untuk menyesuaikannya.Dalam hitung-hitungan pemerintah, harga BBM yang ditetapkan saat ini menggunakan asumsi harga minyak sebesar US$ 57 per barel. Sementara harga BBM saat ini sudah turun pada level US$ 55-60 per barel."Mestinya kalau harga minyak turun, harga BBM juga turun. Dan harga BBM industri juga sudah banyak yang turun. Tapi untuk ini kita masih terus mengkajinya," kata Dirjen Migas Iin Arifin Takhyan.Ia menyampaikan hal tersebut dalam seminar bertajuk "Masa Depan Sektor Hilir Migas Pasca Berakhirnya PSO Pertamina" di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (20/12/2005).Namun demikian, lanjut Iin, penurunan harga BBM membutuhkan proses yang panjang dan tidak bisa dilaksanakan begitu harga minyak mengalami fluktuasi. "Ini tentunya melalui keputusan politik dari pemerintah yang kita juga sedang membahasnya," ujar Iin.Iin juga mengungkapkan, konsumsi BBM pada tahun 2006 diperkirakan turun dibanding tahun 2005 dari 65 juta kiloliter (KL) menjadi 60 juta KL untuk semua produk BBM, baik bersubsidi maupun non-subsidi."Kelihatannya konsumsi pada tahun 2006 akan menurun. Itu total dari semua BBM. Ini sebagai akibat dari usaha penghematan yang dilakukan masyarakat," kata pria yang disebut-sebut menjadi calon kuat Dirut Pertamina ini.Perkiraan penurunan konsumsi terutama dari jenis minyak tanah. "Tapi angkanya saya lupa. Nanti dalam APBN kemungkinan akan diubah juga angkanya," tambahnya.Mengenai perkembangan kilang di Indonesia, Iin mengatakan pada tahun 2006 pertumbuhannya masih kurang. "Dari segi bisnis, kilang tentu lebih menarik. Tapi investor masih minta insentif. Tentunya pemerintah akan memberikan agar kilang ini pertumbuhannya lebih cepat," tandas Iin. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads