Omzet Terjun Bebas, Victoria's Secret Tutup Permanen 250 Toko

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 08:28 WIB
victorias secret
Foto: instagram @victoriassecret
Jakarta -

Perusahaan induk L Brands, akan menutup secara permanen 250 toko Victoria's Secret dan PINK di seluruh Amerika Serikat (AS) dan Kanada tahun ini. Penutupan dilakukan karena penjualan perusahaan terimbas pandemi Corona (COVID-19).

Victoria's Secret yang memiliki 1.091 toko di AS dan Kanada, akan menutup 235 gerai Victoria's Secret dan 3 gerai Pink di AS. Sedangkan 12 lainnya yang ditutup berada di Kanada.

Selain 250 toko Victoria's Secret, L Brands juga menutup 50 gerai Bath & Body Works.

Dilansir dari Forbes, Jumat (22/5/2020), penjualan bersih Bath & Body Works yang juga dinaungi oleh L Brands mencatat penjualan bersihnya selama kuartal pertama 2020 turun 37% menjadi US$ 1,65 miliar atau setara Rp 24,42 triliun (kurs Rp 14.800/US$), dibanding periode yang sama tahun lalu.

Secara total, penjualan di Bath & Body Works turun 18% menjadi US$ 712,7 juta. Meski begitu, bisnis online Bath & Body Works melonjak 85% dengan produk yang paling dicari berupa pembersih tangan dan sabun wangi.


Penjualan Victoria's Secret bahkan lebih mengerikan, jatuh 46% menjadi US$ 821,5 juta. Namun pihanya masih berkomitmen untuk membuat Bath & Body Works menjadi prusahaan mandiri, dengan Victoria's Secret yang beroperasi sebagai bisnis mandiri lainnya.

Perusahaan ini telah menunjuk CEO L Brands, L Stuart Burgdoerfer sebagai CEO sementara Victoria's Secret setelah sebelumnya Charles McGuigan mengundurkan diri.



Simak Video "Parade Busana Budaya, Jember"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)