Sudah Mau Lebaran, Cari Gula Masih Susah!

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 15:10 WIB
Pedagang sembako di Pasar Bendungan Hilir menyebut harga gula naik dari Rp 14.000/kg jadi Rp 16.000/kg.
Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Jakarta -

Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri sore hari ini. Mendekati hari besar Umat Islam ini, ternyata masih banyak warga yang curhat kesulitan mencari gula.

Salah satunya warga Cinere, Kota Depok bernama Rasyid Pranawa (23). Rasyid mengaku kesulitan mencari gula baik di minimarket maupun supermarket. Sekali pun mendapat gula, ia memperolehnya dengan harga yang tinggi, jauh dari harga acuannya Rp 12.500/kg.

"Belakangan ini saya dan Ibu saya mencari gula susah. Sekalinya dapat di warung kecil biasa, dan harganya Rp 18.000/kg," kata Rasyid kepada detikcom, Jumat (22/5/2020).

Begitu juga dengan Nurul Amanah (23), seorang warga Bekasi Timur. Nurul mengatakan, dirinya kesulitan memperoleh gula dengan harga sesuai acuan di tingkat konsumen tersebut.

"Nyari gula yang harga segitu susah. Saya cari di Pasar Rawalumbu, 5 toko kue saya datangi, 4 tokonya itu jual seharga Rp 21.000-22.000/kg. Akhirnya saya cari di Pasar Jatiasih, ada 3 toko itu jual Rp 22.000/kg. Terus saya ketemu 1 toko jual Rp 19.000/kg. Akhirnya saya terpaksa beli di situ," tutur Nurul ketika dihubungi detikcom.

Kemudian, seorang warga Kota Surabaya yang bernama Nisa mengatakan dirinya hanya menemukan gula yang harganya tinggi.

"Dapat gula harganya variasi di warung-warung kecil. Ada yang Rp 16.500/kg, ada yang Rp 17.000/kg, dan Rp 18.000/kg," ujar Nisa kepada detikcom.

Kemudian, Sheila Adinda Pratiwi (33) seorang warga Kota Bandung juga masih kesulitan mencari gula.

"Di Bandung masih susah cari gula. Di Alfamart, Indomaret, kemarin baru saja saya ke Borma juga kosong," keluhnya.

Selain di wilayah-wilayah tersebut, Sasa seorang warga Jakarta Timur (Jaktim) juga masih kesulitan menemukan stok gula. Menurutnya, di supermarket terdekat rumahnya, sudah hampir 3 bulan stok gula kosong.

"Saya sampai kemarin Kamis (21/5) itu mencari gula masih nggak ketemu di supermarket dan minimarket. Sudah ke 3 minimarket daerah Jaktim petugasnya bilang nggak ada gula pasir, kosong. Terus saya ke TipTop Pondok Gede, nggak ada juga. Saya ingat ini sudah hampir 3 bulan nggak menemukan gula di situ," imbuh Sasa.

Lalu, persoalan stok gula ini ternyata juga ramai dibicarakan oleh warganet. Kata kunci 'susah nyari gula' begitu banyak dituliskan warganet melalui sosial media Twitter.

Misalnya saja akun @viaalviola1, ia mengaku kesulitan mencari gula di minimarket terdekat dari kosnya.

"Ya ampun, nyari gula susah banget sudah muter ke Indomaret dan Alfamart dekat kos. Ada kali 5 lebih tapi pada habis. Ini pabrik gula WFH (work from home) juga apa ya," tulis akun tersebut pada Senin (18/5) lalu.

Kemudian, akun @gigitaga9 juga mencurahkan keluhan yang sama di sosial media Twitter.

"Nyari gula merek Gulaku susah banget ampun. Indomaret, Alfamart, swalayan, Mirota, Superindo, toko-toko kelontong biasa ngga ada," tulis akun tersebut pada Minggu (17/5) lalu.



Simak Video "Dear Pemerintah, Pembuat Gula Aren Purwakarta Minta Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)