Warga Padang Putar Otak Cari Peluang Bisnis di Tengah Pandemi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 17:10 WIB
Dampak Corona ke Ekonomi
Foto: Dampak Corona ke Ekonomi (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Walikota Padang Mahyeldi Anshorullah mengungkapkan kondisi terkini wilayahnya di tengah gempuran virus Corona (COVID-19). Mahyeldi mengatakan, saat ini di Kota Padang terdapat 271 pasien positif Corona. Lalu, sebanyak 150.000 keluarga terkena dampak dari pandemi tersebut.

"Dampak dari pada COVID-19 ini sebanyak 150.000 keluarga di Kota Padang yang terdampak sekarang ini. Itu kalau dikali 4 (orang dalam 1 keluarga) saja itu 600.000 lebih, separuh penduduk Kota Padang yang terdampak COVID-19 ini," ungkap Mahyeldi dalam kajian muamalah virtual OK OCE, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, dari angka tersebut yang paling banyak terdampak adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, dan pekerja informal. Sudah kesulitan di tengah pandemi ini, para pelaku usaha di sektor tersebut juga merasa ketakutan jika ada pebisnis yang memanfaatkan kesempatan di tengah krisis.

"Dengan COVID-19 ini ada kekhawatiran kita bahwasanya ada pihak-pihak lain yang memanfaatkan situasi ini," tutur Mahyeldi.

Dalam sesi penyampaiannya itu, Mahyeldi yang merupakan narasumber kajian justru meminta saran kepada para peserta dan juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait apa yang harus dilakukan oleh orang-orang yang terdampak wabah ini agar tetap bertahan hidup. Anies memang turut hadir dan juga berkesempatan untuk jadi narasumber dalam kajian tersebut.

"Maka sesungguhnya kami ingin mendapatkan pengalaman atau masukan-masukan bahwasanya bagaimana kita mengambil kesempatan dalam kesempitan ini seperti apa yang dikatakan Pak Anies tadi," ujar dia.

Selain itu, melihat besarnya peran ekonomi syariah di Kota Padang, ia mengajak para warganya untuk menggiatkan wakaf yang dinilainya sebagai penopang ekonomi agar tetap bertahan di tengah dan usai pandemi.

"Kita mengandalkan kekuatan Umat, termasuk ekonomi Umat. Baik zakat, infaq, shodaqoh, dan juga wakaf. Akan tetapi wakaf ini di daerah kita Sumbar ini belum maksimal. Kita masih berkaitan dengan zakat, infaq, shodaqoh. Sementara untuk membangun perekonomian syariah, peran dari wakaf sangat-sangat dibutuhkan," katanya.



Simak Video "Cerita Pemilik Rintis Usaha Nasi Goreng Padang Upiak"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)