Inggris Mau Boikot Impor Alat Medis dari China

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 17:50 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Jakarta -

Inggris berencana untuk menghentikan impor alat kesehatan dari China. Boikot ini direncanakan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melalui 'Project Defend'.

Mengutip Reuters, rencana ini dilakukan untuk melakukan identifikasi ketahanan ekonomi Inggris yang saat ini terganggu oleh negara lain.

Kemudian rencana tersebut juga dibuat untuk mendiversifikasi negara pemasok agar Inggris tak lagi bergantung pada satu negara.

Johnson menjelaskan kepada jajarannya bahwa ia akan mengambil langkah untuk melindungi sistem keamanan Inggris dari ancaman pihak asing.

Sebelumnya sudah ada Belanda yang melakukan penarikan masker medis buatan China. Hal ini karena masker tersebut tak bisa melindungi wajah dengan baik akibat filter yang tak dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu Spanyol juga mengembalikan alat tes dari China. Namun pada pengiriman periode pertama alat tak dapat digunakan dan hasilnya tak akurat.

Sementara itu di Indonesia Kementerian Keuangan memberikan sejumlah insentif pada barang-barang impor yang ditujukan untuk penanggulangan virus corona (COVID-19).

Berdasarkan laporan yang diterima detikcom, Senin (23/2/2020), insentif yang diberikan berupa pembebasan bea masuk dan cukai, tidak dipungut Pajak Pertambangan Nilai dan Barang Mewah atau PPN dan/atau PPnBm, dikecualikan PPh Pasal 22 Impor, serta pengecualian ketentuan niaga impor.

Jika mengacu pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu, barang-barang impor yang bakal mendapat insentif ini adalah alat-alat kesehatan (alkes) yang dibutuhkan dalam penanganan virus corona. Seperti obat-obatan untuk, alat pelindung diri (APD), masker, alat kesehatan lainnya termasuk alat rapid test.



Simak Video "Ada Bantuan CT Corp, RSCM Tambah Kapasitas Tangani Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)