Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Mei 2020 22:15 WIB

Saran Sandiaga soal Tahapan New Normal di RI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Tim blak-blakan detikcom berkesempatan melakukan wawancara dengan Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Salahudin Uno, Jakarta, Kamis (30/5/2019). Grandyos Zafna/detikcom Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Sandiaga Uno bicara soal pandangannya mengenai konsep normal yang baru alias new normal karena virus Corona di Indonesia. Dia memperingatkan bahwa pengambilan keputusan publik saat new normal harus hati-hati.

Menurutnya, pemerintah dihadapkan pada buah simalakama, memilih aspek kesehatan atau perekonomian.

"Kalau kita lihat memang ada dua aspek yang satu adalah aspek kesehatan yang menjadi prioritas dan kedua aspek ekonominya. Memang ini jadi buah simalakama ya ambil kebijakan publik ini," kata Sandi dalam sebuah diskusi webinar bertajuk The New Normal Ekonomi-Politik Indonesia, Jumat (22/5/2020).

Dia menegaskan pemerintah dalam mengambil keputusan publik harus berdasarkan data, dalam hal new normal ini harus berdasar pada data medis pertumbuhan kasus Corona. Sandi mengingatkan agar pemerintah jangan sampai abai terhadap data medis soal Corona.

"Tapi buat saya sih simple, semua kebijakan Corona ini harus berbasis data. Lalu, datanya kali ini yang harus digunakan adalah data tim medis. Perkiraan saya Mei-Juni ini periode puncaknya, mudah-mudahan kita di-guide data tim medis apakah sudah ready untuk pelonggaran atau belum," papar Sandi.

Sandi menyatakan untuk sektor ekonomi yang akan dibuka pertama kali, ada baiknya adalah sektor yang dampak ekonominya besar. Namun, memiliki risiko kesehatan yang rendah.

"Kalau kita lihat yang dibuka pertama kali ini adalah yang resiko ke kesehatan masyarakat paling rendah dan impact ekonomi paling tinggi," jelas Sandi.

Dari hasil diskusinya dengan Sandinomic, Sandi menyarankan yang harus dibuka pertama kali adalah kegiatan perbelanjaan. Kalau bisa menurutnya yang didorong pertama kali adalah UMKM.

"Kalau bulan Juni ini saya kira sebaiknya fokus ke UMKM, maka yang bisa dibuka adalah kegiatan shopping ini khususnya ke UMKM ya, tapi dengan protokol sangat ketat," kata Sandi.

"Masih bulan Juni, kita bisa juga bicara soal working dan sekolah dibuka," lanjutnya.

Kemudian, masuk ke bulan Juli pemerintah sudah bisa membuka kunjungan ke dokter. Sandi menilai hal ini penting karena menurutnya, selama Corona banyak penyakit yang penanganannya kurang maksimal. Selanjutnya bulan Agustus pemerintah bisa membuka transportasi umum secara besar dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Kemudian bulan Juli bisa lah doctor visit dibuka, karena banyak juga penyakit yang tak tertangani karena fokus COVID tenaga medisnya. Lalu transportasi bisa dibuka Agustus sampai travel," papar Sandi.

Sektor Usaha yang Moncer saat New Normal. Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com