Bersiap Hadapi Dunia Baru Usai Corona Berlalu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 22 Mei 2020 22:50 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang terjadi di dunia membuat ekonomi global tertekan. Hal ini karena pembatasan sosial berskala besar yang membuat ruang gerak manusia dan produksi menjadi terbatas.

Staf khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo menjelaskan saat ini pemerintah berupaya memberikan stimulus untuk menggerakkan kembali perekonomian dan menekan dampak dari pandemi ini.

Menurut dia, setelah pandemi ini negara-negara juga harus membayangkan dunia baru.

"Paska pandemi harus dibayangkan ada dunia baru yang mungkin bisa terwujud dan perlu meninjau ulang gagasan-gagasan yang lama," kata Yustinus dalam diskusi virtual, Jumat (22/5/2020).

Misalnya melihat kembali pertumbuhan ekonomi. Jika yang biasanya tumbuh 5-7% namun saat ini hanya 2,97%. "Sekarang hanya 2,97% tapi bisa, dan belanja rakyat juga besar," ujarnya.

Selain itu, manusia juga harus memperhatikan lingkungan hidup, jaminan sosial dan kesehatan universal. Kemudian reindustrialisasi manufaktur dari hulu ke hilir juga harus diperhatikan.

Selanjutnya harus dievaluasi pula sektor farmasi dan alat kesehatan. "Sekarang di alat kesehatan kita belum berdikari, farmasi harus diperkuat agar obat-obatan lebih mudah didapatkan dan masyarakat lebih sehat," imbuh dia.

Menurut Yustinus, masyarakat dan negara juga harus memperhatikan ketahanan pangan. Pasalnya banyak negara yang akan mengamankan pasokan pangan untuk negaranya sendiri. Hal ini disebut menjadi momentum untuk memanfaatkan pertanian nasional secara maksimal.



Simak Video "WHO Ingatkan Kelonggaran Menuju New Normal Harus Dilakukan Hati-hati"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)