Rencana Besar Erick Thohir Gabungkan Bulog, RNI, dan PTPN

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Sabtu, 23 Mei 2020 07:00 WIB
Erick Thohir menggantikan posisi Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN periode 2019-2024. Proses sertijab jabatan itu pun digelar di Kantor Kementerian BUMN.
Foto: Pradita Utama

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menjelaskan, pembentukan kluster pangan artinya ialah membangun ekosistem industri pangan itu sendiri. Sehingga, BUMN pangan ini nantinya saling terhubung.

"Kluster pangan artinya ekosistem yang dibangun untuk ekosistem pangan. Jadi berhubungan semua itu, mulai dari PTPN, RNI ataupun misalnya Sang Hyang Seri gitu," katanya.

Dia mengatakan, saling terhubung itu artinya industri pangan itu terhubung dari hulu ke hilir. Sehingga, BUMN pangan tidak bekerja sendiri-sendiri. Dia menuturkan, kluster sendiri bukan berarti membentuk sub holding.

"Itu kan satu ekosistem, atau Pupuk, nanti Bulog yang belinya itu kan satu ekosistem dari hulu ke hilirnya dia. Mereka kan saling connect bukan berarti sub holding tapi membangun ekosistem antar masing-masing perusahaan yang kait-mengkait yang selama ini berdiri sendiri, dan tidak ada kaitan ekosistem bisnisnya," jelasnya.

Sementara, Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Toto Pranoto menilai konsep ini bagus di atas kertas.

"Ya ini perubahan approach klaster BUMN saja, sekarang beralih ke pendekatan value chain. Jadi BUMN digabungkan berdasarkan flow rantai nilai, dari hulu ke hilir. PTPN dan sebagian RNI ada di hulu, geser ke Bulog di hilir. Di atas kertas konsep bagus saja," katanya.

Namun begitu sejumlah pekerjaan rumah mesti diselesaikan, khususnya di bagian hulu. Lantaran, ada kebutuhan modernisasi.

"Problem besar adalah kebutuhan modernisasi di sektor hulunya. Misal pabrik-pabrik gula BUMN sudah sangat tua dan tidak efisien. Perlu investasi besar perbaiki sektor off farm ini," ujarnya.

"Sementara di level produktivitas lahan (on farm) perlu ditingkatkan, terutama kerja sama BUMN dengan petani lokal (program inti plasma), di mana standarisasi kualitas produk dan produktivitas perlu dijaga," ujarnya.

Dia melanjutkan, jika masalah itu bisa diselesaikan maka akan membuat biaya menjadi lebih efisien. Kemudian, akan meningkatkan produktivitas.

"Ya integrasi hulu hilir bisa meningkatkan value, berupa cost structure yang bisa lebih efisien dan prospek ketersediaan (availibility) yang lebih tinggi," ujarnya.

Apa respons BUMN?

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]