ADVERTISEMENT

China Puyeng Gara-gara Pengangguran Merajalela

Danang Sugianto - detikFinance
Sabtu, 23 Mei 2020 08:00 WIB
Aktivitas warga Wuhan, China kembali normal setelah pemerintah mencabut pembatasan ke luar rumah pasca lockdown yang berlangsung hampir 11 pekan.
Foto: Getty Images/Stringer

Laporan Li akan sangat menonjol tahun ini karena pandemi dan memburuknya hubungan AS-Cina, tulis Iris Pang, kepala ekonom untuk Greater China di ING, dalam sebuah catatan baru-baru ini. Bahkan tidak jelas apakah China akan menetapkan target pertumbuhan ekonomi, seperti yang telah dilakukan setiap tahun selama beberapa dekade.

Virus Corona telah menginfeksi lebih dari 84.000 orang dan membunuh lebih dari 4.600 orang di China berdasarkan catatan Johns Hopkins University. Beijing mengatakan masa wabah terburuk sudah berakhir, tetapi dampak ekonominya belum usai. Beberapa pekan terakhir ekspor China turun lantaran negara-negara lainnya tengah bergulat dengan pandemi.

Situasi saling menyalahkan atas pandemi virus Corona juga telah menimbulkan kembali ketegangan antara Cina dan Amerika Serikat (AS). Kondisi ini meningkatkan kemungkinan keduanya dapat kembali berseteru dalam perang dagang.

Menciptakan lapangan kerja sendiri memiliki banyak kepentingan politik bagi para pemimpin Partai Komunis China. Mereka memandang pekerjaan sebagai kunci untuk memastikan stabilitas sosial. Beberapa ahli memperkirakan bahwa sekitar 80 juta orang di China kehilangan pekerjaanya. Angka itu dua kali lipat dari tingkat pengangguran resmi di China.

Pemerintah China dapat mengambil beberapa pendekatan untuk mengatasi masalah itu, serta berupaya mencapai tujuannya untuk menghilangkan kemiskinan pada akhir 2020. Misalnya, proyek-proyek nasional besar, seperti rencana untuk membangun jalan atau kereta api baru yang dapat mempekerjakan orang miskin.

Para ekonom menambahkan dalam sebuah catatan penelitian akhir pekan lalu bahwa mereka mengharapkan China untuk menyetujui lebih banyak belanja pemerintah, meskipun hal itu harus dilakukan secara hati-hati.



Simak Video "Sistem Regulasi Vaksin China Lolos Penilaian WHO"
[Gambas:Video 20detik]

(das/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT