Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 24 Mei 2020 05:51 WIB

Brrr! Ini Sensasi Panen Udang Tengah Malam dengan Hasil Belasan Juta

Mustiana Lestari - detikFinance
panen udang Foto: panen udang
Ogan Komering Ilir -

Komoditas udang vaname menjadi andalan di Desa Bumi Mandira, Kecamatan Sungai Manan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sejak tahun 90-an sampai sekarang warga setia menjadi pembudidaya udang hingga berkembang menjadi 5.000 petak kolam dengan luas total hingga 20.000 hektare.

Bukan tanpa sebab, kesetiaan mereka tentu saja karena hasil panen yang begitu menggiurkan. Apalagi udang vaname berkualitas bisa dieskpor ke Eropa dengan harga jual yang tentu tidak murah. Namun perlu keterampilan dan ilmu yang tak dapat di bangku pendidikan formal untuk menjadi petambak udang yang mumpuni.

Mereka harus bisa membaca siklus musim penebaran benih yang dalam 3 bulan harus selalu dirawat dengan seksama. Diberi vitamin, dijaga kebersihannya, serta dihindarkan dari burung-burung yang memburu udang. Edy Aguscik adalah satu dari 2.970 petambak di desa yang berani menebar benih saat petambak lain menunggu musim yang pas.


Tapi kenekatannya bukan tanpa perhitungan, hasilnya Edy Aguscik pun berhasil panen setelah menunggu hingga 3 bulan lamanya. detikcom diajak menjadi saksi proses panen yang digelar sejak tengah malam hingga subuh ini.

Saat warga terlelap, dua kolam milik Edy ramai orang. Dua kolam ini pun tampak terang dengan banyaknya lampu tembak di sekeliling kolam yang punya luas 50x40 m ini. Ya, panen telah dimulai. Semua sibuk, ada pimpinan panen dan petambak lain yang bahu membahu menyerok udang-udang yang gesit meloncat-loncat.

Di sisi lainnya, pihak perusahaan dan distributor sibuk menimbang dan menganalisis udang mana yang bisa masuk kategori sehat dan layak untuk mereka beli. Udang-udang yang lolos seleksi dimasukan ke air beroksigen untuk tetap terjaga kesegarannya sembari ditimbang.

"Kita mengawasi udang yang dipanen dan melakukan proses panen lapangan dan dilakukan transaksi dari tambak dijala lalu naik ke darat dilakukan proses penyamplingan dan penimbangan. Lalu kita langsung melakukan proses di oksigen setelah selesai panen kita ke dinte untuk proses pemuatan lagi baru diarahkan ke Central Protein Bahari lalu dibuat produk sesuai pesanan buyer," kata Andi yang menjadi pimpinan panen kali ini kepada detikcom, beberapa waktu lalu.

panen udangpanen udang Foto: panen udang

Setelah proses panen yang menghabiskan waktu 3 sampai 4 jam, air muka Aguscik menjadi cerah. Meski sedikit kurang dari prediksinya yang berjumlah 8 kuintal, Aguscik tetap senang karena dia bisa mengantongi untung hingga Rp18 juta.

"Rencananya saya akan tabung untuk keperluan anak sekolah yang mau masuk taruna di tahun ini," ucapnya senang.

Dia mengatakan hasil panen ini tak lepas dari bantuan Koperasi Plasma Prata Mandiri (KPPM) yang telah membantunya memberikan modal. KPPM ini dipercaya BANK BRI untuk menjadi jembatan ke petambak. BANK BRI pun telah menyalurkan bantuan modal mencapai Rp20 miliar.

"Hasil udang ini saya mendapatkan bantuan dari koperasi berupa bibit benur sampai ke pakan," tandasnya.

panen udangpanen udang Foto: panen udang

BANK BRI pun mempermudah para petambak untuk melakukan aktivitas perbankan. Aguscik memanfaatkan Agen BRILink untuk membantu dirinya mentransfer uang hasil panen ke keluarga.

"Dengan keuntungan hasil budidaya ini ditransfer ke BANK BRI dan ingin uang iu saya ambil dari Agen BRILink. Saya sangat terbantu adanya Agen BRILink untuk mengambil uang karena lokasi saya dengan kota jauh," papar Aguscik yang sudah menjadi petambak sejak 1992.

Kepala Desa Bumi Mandira, Pahmi Habib, mengatakan aktivitas perbankan tak bisa dilepaskan dari keberadaan BANK BRI. Apalagi BANK BRI sudah mulai masuk menjadi penyandang KUR BRI untuk para petambak.

"Sangat terbantu karena akses transportasi jauh dengan adanya BRILink terbantu karena ongkos besar kalau ke kota PP bisa Rp150 ribu naik speed. Kalau ada ATM makin sangat membantu menghemat biaya transportasi. Harapannya juga agar lebih meningkatkan pengusaha mendapatkan kemudahan kredit," tuturnya.



Simak Video "Teras BRI Kapal, Penjaga Kedaulatan Rupiah di Perbatasan"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com