Redam Dampak Buruk Corona, China Gelontorkan Stimulus US$ 500 M

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 24 Mei 2020 14:35 WIB
Chinese Premier Li Keqiang arrives at the ASEM leaders summit in Brussels, Belgium October 19, 2018. REUTERS/Piroschka van de Wouw
Foto: Dok. REUTERS/Piroschka: Perdana Menteri China Li Keqiang
Jakarta -

Untuk mendorong perekonomian yang dihantam Corona, pemerintah China berjanji mengucurkan stimulus sebesar US$ 500 miliar. Mengutip CNN Business, Minggu (24/5/2020) langkah tersebut merupakan bagian dari rencana besar menciptakan kembali 9 juta lapangan kerja untuk masyarakat, sekaligus meredam dampak buruk Corona ke ekonomi.

Perdana Menteri China Li Keqiang mengungkapkan akibat ketidakpastian ekonomi global kondisi ekonomi Cina mengalami tekanan. Oleh sebab itu dibutuhkan kebijakan yang responsif dan lebih agresif untuk mendorong perekonomian.

Menurut Li pertumbuhan ekonomi negatif ini merupakan yang pertama kali, padahal tahun lalu China menargetkan pertumbuhan di kisaran 6% - 6,5%.

Namun akibat pandemi ini, ekonomi Cina negatif hingga 6,8% pada kuartal pertama. Kontraksi pertama yang pernah terjadi sejak 1976.


Pemerintah China berupaya untuk memangkas pajak, proyek infrastruktur untuk meredam gejolak perekonomian. Defisit anggaran China juga diprediksi menjadi 3,6% dari PDB tahun ini. Lebih tinggi dibandingkan defisit tahun lalu sebesar 2,8%.

Selain itu China juga akan menerbitkan surat utang sebesar US$ 140 miliar. Nantinya hasil dari utang ini akan digunakan untuk mendanai pembuatan alat kesehatan dan teknologi terbaru untuk memerangi virus.

China juga akan mengizinkan pemerintah daerah menerbitkan surat utang dalam bentuk obligasi khusus untuk pembangunan infrastruktur jaringa 5G, kereta api, bandara dan proyek infrastruktur lainnya.

Ekonom Capital Economics menyebutkan langkah yang ditempuh pemerintah Cina ini diproyeksi bisa mendorong perekonomian di level 4%. "Mendorong perekonomian Cina agar kembali seperti semula adalah tantangan besar untuk pemerintah," tulis Capital Economics dikutip dari CNN Business, Minggu (24/5/2020).

China juga berupaya untuk menciptakan lapangan kerja karena banyak masyarakat kehilangan pekerjaan akibat pandemi COVID-19 ini.



Simak Video "Klaster Baru Covid-19 di Bejing Lewat Ikan dan Produk Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)