Produsen Jamin Stok Pupuk Aman

Produsen Jamin Stok Pupuk Aman

- detikFinance
Selasa, 20 Des 2005 17:43 WIB
Jakarta - Para produsen pupuk menjamin bahwa saat ini stok pupuk nasional lebih dari cukup. Mengenai operasi pasar pupuk yang tidak mencukupi, dinilai wajar karena hanya terjadi di beberapa wilayah.Hal itu disampaikan oleh sejumlah produsen pupuk yang hadir dalam rapat pembahasan pupuk di Depperin bersama 3 menteri yakni Menperin, Mendag dan Mentan di Kantor Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (20/12/2005). "Stok lebih dari cukup. Stok nasional kondisinya masih baik. Bulan November memang untuk urea yang paling besar kebutuhannya," Dirut PT Pusri Dadang Heru Kodri.Hal senada disampaikan Dirut Pupuk Kaltim Omay K. Wiraatmaja yang menyatakan saat ini di Pupuk Kaltim stok berlebih sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dadang menambahkan, penjualan pupuk bersubsidi realisasinya mencapai 366.678 ton di seluruh Indonesia. Sementara ketetapan Mentan untuk 2 minggu, stok perlu sekitar 399.251 ton. Artinya, produsen masih punya stok berlebih hingga masih bisa memenuhi kebutuhan seluruh Indonesia.Sementara total pupuk yang sudah dipasok hingga November mencapai 522.033 ton, jauh dari ketetapan Mentan di atas. "Jadi kita telah mengamankan permintan yang berlebih," kata Dadang.Mengenai sejumlah daerah yang mengeluhkan kurangnya operasi pasar, Dadang menganggap hal itu sebagai sesuatu yang biasa. "Kalau cuma 1-2 titik yang kurang itu biasa. Tapi yang penting secara nasional cukup," ujar Dadang.Stok yang disediakan pabrik pupuk masih cukup baik. Pada bukan Desember ditetapkan stok memerlukan 205.438 ton. Rencananya, stok yang bisa dipenuhi mencapai 325.591 ton. "Jadi stok nasional di lini 2 dan tiga serta di pabrik masih mencukupi," kata Dadang.Mengenai kesepakatan soal distribusi pupuk secara tertutup, Dadang optimistis hal itu bisa mengatasi masalah kelangkaan yang ada saat ini. Sementara untuk subsidi pupuk, produsen mengajukan angka Rp 6 triliun untuk tahun 2006. Jumlah itu berarti lebih rendah tinggi dibandingkan angka dalam APBN 2006 sebesar Rp 3 triliun. "Rp 6 triliun itu minimal. Artinya kita bisa jalan dengan Rp 6 triliun karena ditetapkan harga eceran tertinggi untuk pupuk Rp 1.050 per kg tidak naik," kata Dadang.Berdasarkan data dari Pusri, untuk penjualan urea tahun 2005 total 6.194.123 ton, yang terdiri dari urea untuk pangan 4.175.233 ton (67%), ekspor 771.517 ton (12%), urea industri 580.069 ton (9%), urea kebun 667.304 ton (11%). (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads