Fakta Pahit Pengangguran di AS Melonjak Gara-gara Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Minggu, 24 Mei 2020 17:33 WIB
Virus Corona telah menewaskan hampir 50 ribu orang di AS. Dalam sehari, angka kematian baru pasien Corona (COVID-19) mencapai 3.176 orang.
Ilustrasi/Foto: AP Photo
Jakarta -

Departemen tenaga kerja Amerika Serikat (AS) mencatat total pengangguran di 50 negara bagian melonjak. Hal ini juga diiringi oleh lapangan kerja yang menurun.

Mengutip Reuters, penurunan paling signifikan terjadi di Columbia, hal ini karena banyaknya bisnis yang ditutup akibat COVID-19. Kemudian Nevada mencatat angka pengangguran tertinggi karena banyak industri perhotelan dan makanan yang tutup.

Pada Maret 2020 angka pengangguran di Nevada naik menjadi 28,2% hampir dua kali lipat dari angka pengangguran nasional sebesar 14,7%. Hal ini karena Nevada yang merupakan kiblat judi dunia Las Vegas kehilangan 245.000 pekerjaan karena dihantam pandemi.

Sektor ini mengalami kerugian terbesar karena adanya pembatasan perjalanan wisata, penutupan restoran dan penutupan hotel.


Selain itu Hawaii juga mencatat angka pengangguran hingga 20%. Sedangkan Michigan juga mencatat kerugian di sektor rekreasi, perhotelan, manufaktur dan konstruksi.

Selain itu diperkirakan telah ada 2,4 juta orang yang mengajukan tunjangan pengangguran. Angka ini merupakan yang terburuk dan klaim pengangguran diproyeksi terus meningkat.

Ekonom menyebut penurunan tingkat infeksi akan menjadi senjata penting untuk kembali membuka kegiatan bisnis di AS. Hawaii dan Nevada bisa menjadi wilayah percontohan untuk wilayah lain karena pada tiga minggu berturut-turut hanya terjadi penambahan 7 kasus baru. Kemudian Michigan juga menjadi salah satu negara yang mengalami penurunan kasus.



Simak Video "WHO Ngarep Rujuk dengan Amerika Serikat"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/hns)