Pengusaha Sebut Mal Buka 5 Juni, Siapa Lebih Dulu Operasi?

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 25 Mei 2020 15:05 WIB
Suasana pusat perbelanjaan yang sepi pengunjung di Duta Mall, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (24/3/2020). Aktivitas di pusat perbelanjaan tersebut sepi setelah pemerintah setempat mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di keramaian mengingat telah ditemukannya satu pasien positif virus COVID-19 di Kota Banjarmasin. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.
Foto: ANTARA/BAYU PRATAMA S
Jakarta -

Kabar dibukanya mal dalam waktu dekat semakin berembus kencang. Bahkan Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Dewan Pengurus Daerah (DPD) DKI Jakarta, Ellen Hidayat beranggapan mal-mal di Ibu Kota bisa operasional 5 Juni 2020.

"Kan PSBB tanggal 4 selesai, ya tentu kita beranggapan tanggal 5 sudah boleh buka dong," kata Ellen kepada detikcom, Senin (25/5/2020).

Namun saat baru beroperasi nanti tidak semua tenant langsung buka. Ellen menyebut tidak semua tenant siap buka dalam waktu dekat. Masing-masing tenant dinilai memiliki persoalan masing-masing untuk membuka kembali setelah dua bulan tak beroperasi.

"Belum (semua dibuka), saya nggak yakin. Setiap tenant punya ceritanya masing-masing apakah mereka 'Bu belum bisa (buka), karyawan saya masih di daerah' berarti dia nggak bisa buka tanggal 5 (Juni) mungkin. Untuk mereka buka kembali kan mereka punya problem masing-masing," imbuhnya.

Selain itu, pihaknya masih menunggu apakah ada pengecualian dari pemerintah mengenai tenant apa yang belum diizinkan beroperasi. Di luar itu, pihaknya mengizinkan semua tenant untuk beroperasi.

"Pokoknya siapapun tenant boleh buka karena kan boleh buka. Kecuali mungkin nanti ada peraturannya lagi, bioskop gimana, tempat bermain anak gimana, saya belum tahu karena sekian bulan lalu pertama yang tidak diizinkan adalah tempat bermain anak dan bioskop. Nah sekarang pada saat memulai lagi apakah dia belakangan baru diizinkan atau gimana," ucapnya.

"Tapi di luar itu mestinya boleh buka asal menjaga jarak, semua protokol digunakan," lanjutnya.

Selain itu, Ellen bilang, kemungkinan jam operasional mal akan diperpendek dan disesuaikan. Tergantung masing-masing mal yang menentukan.

"Mungkin juga malnya tidak buka seperti zaman normal yang jam 10 pagi sampai 10 malam. Kemungkinan ada yang akan mengambil berdasarkan malnya punya pengunjung. Jadi misalnya ada yang sudah berpikir akan mengambil jam 11 pagi sampai jam 8 malam," ujarnya.



Simak Video "Dampak Corona, Mal Terbesar di Kendari Sepi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)