Pergerakan Ekonomi Harus Dibuka Bertahap, Sektor Mana yang Duluan?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 25 Mei 2020 19:00 WIB
Warga menunggu giliran untuk bersilaturahmi dengan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang di Jakarta, Senin (25/5/2020). Kementerian Hukum dan HAM meniadakan kunjungan secara fisik terhadap warga binaan Lapas maupun Rutan saat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 dan menggantikannya dengan menyediakan fasilitas komunikasi berbasis panggilan video. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Pemerintah sudah menerbitkan panduan bagi karyawan untuk bekerja di tengah pandemi Corona. Meski sudah ada protokolnya, pengusaha menilai pembukaan kembali aktivitas ekonomi harus bertahap sektor per sektor.

Lalu, sektor mana yang lebih dulu harus dibuka?

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani menilai sektor industri harus dibuka duluan. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan COVID-19 akan bisa teratur diterapkan di pabrik-pabrik.

"Perlu dibuka duluan adalah yang menyangkut industri, pabrik. Karena saya tahu industri besar menjalankan protokol COVID lebih teratur," kata Rosan kepada detikcom, Senin (25/5/2020).

Salah satu contoh protokol kesehatan ketat adalah pengerahan tenaga kerja yang dikurangi kapasitasnya.

"Pembicaraan saya ke beberapa asosiasi dan perusahaan mereka menjalankan ini dari segi manusianya berkurang 40-50% dari kapasitas totalnya," ujar Rosan.

Lebih jauh Rosan menyebut bahwa sektor yang bisa menyerap banyak tenaga kerja juga harus didahulukan. Pasalnya, imbas Corona banyak yang jadi pengangguran.

"Memang kalau menurut saya sektor yang bisa melakukan penyerapan tenaga kerja harus diprioritaskan terlebih dahulu. Ini kan jadi potensi masalah juga kalau makin banyak yang menganggur," ungkap Rosan.



Simak Video "Malam Ini, Jalan MT Haryono Arah Cawang Ramai Lancar"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)