Singapura Pangkas Lagi Target Pertumbuhan Ekonomi karena Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 10:15 WIB
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua.
Singapura/Foto: Getty Images
Jakarta -

Akibat pandemi COVID-19 Singapura kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini. Hal ini juga karena pertumbuhan ekonomi yang mengalami kontraksi pada kuartal I-2020.

Mengutip CNBC disebutkan ekonomi Singapura diramal akan menyusut -4% hingga -7% tahun ini. Sebelumnya Singapura telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi menjadi -1% hingga - 4%.

Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mengungkapkan penyusutan ekonomi ini terjadi akibat terganggunya ekonomi di Singapura dan negara-negara mitra dagangnya.

Langkah pembatasan atau lockdown yang dilakukan di berbagai negara memang sangat mempengaruhi ruang gerak perekonomian negara besar seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan China.

Kondisi ini akan membuat ekonomi global terus melambat dan terjadi pada banyak negara. Di Singapura sektor manufaktur, perdagangan besar, transportasi dan pergudangan mengalami tekanan kuat akibat pandemi ini.

"Saat ini masih ada ketidakpastian sampai kapan wabah ini akan selesai. Pemulihan ekonomi global dan Singapura belum bisa diprediksi," kata Kementerian Perdagangan Singapura, dikutip Selasa (26/5/2020).

Pada kuartal I-2020 ekonomi Singapura tercatat -4,7% lebih rendah dibandingkan proyeksi Reuters -7,4%. Sektor akomodasi dan makanan anjlok 23,8%, transportasi dan penyimpanan turun 8,1%, keuangan dan asuransi naik 8%.

Hingga Senin kasus di Singapura mencapai 31.960 termasuk 23 kematian. Pemerintah Singapura telah memberlakukan lockdown sebagai salah satu cara untuk memutus rantai penyebaran virus ini di negara tersebut. Sekolah dan tempat kerja ditutup dan bulan depan diharapkan bisa mulai dilonggarkan.

Pemerintah Singapura juga berupaya untuk menekan dampak pandemi ini dengan menggelontorkan tiga paket stimulus dan memperpanjang dukungan bisnis untuk para pengusaha.



Simak Video "Erick Thohir Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pulih 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)