Harga Gula di Bekasi Rp 17.000/Kg, Mendag Guyur Stok 4 Ton/Hari

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 10:28 WIB
Mendag melakukan sidak ke pasar Kramat Jati Jakarta Timur. Salah satu tujuannya adalah memastikan harga gula pasir menjadi Rp 12.500/Kg.
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Bekasi -

Tingginya harga gula masih dirasakan warga Kota Bekasi. Hal tersebut juga diakui oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yang baru saja melakukan operasi di Pasar Induk Bekasi.

Menurut Agus, harga gula di Kota Bekasi masih tembus Rp 17.000/kg. Artinya, harga tersebut menunjukkan lonjakan hingga 36% dari harga acuan di tingkat konsumen yang telah ditetapkan pemerintah Rp 12.500/kg.

"Memang ada beberapa di sini terutama gula, maka kita lakukan operasi pasar. Karena ada keterkaitan harga, karena mata rantai distribusi yang panjang. Pada dasarnya dikeluarkan itu sekitar Rp 11.000/kg dari produsen, dan di sini saya temui beberapa masuk ke Rp 16.000-17.000/kg," ungkap Agus ketika melakukan operasi di Pasar Induk Bekasi, Selasa (26/5/2020).

Untuk itu, pihaknya mengguyur stok gula di Pasar Induk Bekasi sebanyak 4 ton per hari. Dengan stok tersebut, diharapkan harga gula akan turun ke Rp 12.500/kg.

"Akan didrop 4 ton per hari bekerja sama dengan produsen. Apabila kurang nanti akan ditambah. Ini terus-menerus, setiap hari sampai harga stabil, bahkan turun hingga harganya seminimal mungkin," papar Agus.

Selain itu, pihaknya juga berupaya memutus mata rantai distributor gula yang panjang, agar proses distribusi gula ke masyarakat ini berjalan seefisien mungkin.

"Mata rantai itu terus diteliti. Karena ini dari produsen itu sekitar Rp 11.000/kg, tadi ini sampai Rp 17.000 (di konsumen). Maka ini pertanyaan besar, kenapa? Ini sedang diselidiki. Apabila ada distributor yang nakal akan ditindak tegas," tutup Agus.



Simak Video "Dear Pemerintah, Pembuat Gula Aren Purwakarta Minta Bantuan"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)