Rencana Penerapan New Normal Bikin Investor Galau

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 12:55 WIB
H-2 Lebaran, sejumlah perkantoran di Jakarta mulai beraktivitas seperti biasanya. Begini kondisinya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Pemerintah tengah mempersiapkan penerapan new normal di beberapa wilayah. Aktivitas sosial dan ekonomi akan kembali dijalankan berdampingan dengan masih adanya pandemi virus Corona.

Selama masa pandemi, pasar modal Indonesia begitu bergejolak. Lumpuhnya aktivitas ekonomi menjadi alasan utamanya. Lalu jika aktivitas ekonomi akan kembali bergulir dalam situasi new normal akankah membuat pasar modal pulih?

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali pasar akan menyambut dengan keraguan. Di satu sisi menyambut baik dengan bergulirnya roda ekonomi, di sisi lain khawatir gelombang penderita COVID-19 bertambah.

"Pasar pastinya ragu, karena memang takut ada second wave, tapi ekonomi kan harus jalan juga," tuturnya kepada detikcom, Selasa (26/5/2020).

Dengan masih adanya keraguan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bergejolak. Berita-berita tentang kondisi pandemi terutama dari sisi global akan menjadi penentu pergerakan IHSG dalam waktu dekat.

Meski begitu, Frederik menilai saat ini di negara manapun memang tengah menghadapi dilema antara mempertahankan karantina atau mengejar kembali pertumbuhan ekonominya.

"Kita sudah melihat sendiri dampaknya di seluruh dunia. Makin banyak tingkat pengangguran dan juga banyak bisnis yang mulai tutup karena dengan adanya karantina atau pembatasan jumlah orang berkumpul maka otomatis beberapa bisnis yang mengandalkan bertemunya orang di suatu tempat menjadi menurun," terangnya.

Frederik menilai pemerintah RI tengah berupaya agar menjadi roda ekonomi tetap berjalan. Sebab bagaimanapun juga pandemi COVID-19 masih akan berlangsung cukup lama hingga vaksinnya benar-benar ditemukan.

"Saya rasa pemerintah berupaya supaya ekonomi tetap berjalan. Namun dengan menerapkan prinsip berhati-hati seperti social distancing masih akan diberlakukan, penggunaan masker masih diwajibkan dan lainnya. New normal ini tidak artinya langsung dibuka semua tetapi ada beberapa fase dan evaluasi sebelum masuk ke fase berikutnya lagi," tutupnya.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)