Tompi Usul Jangan Cuma Transportasi yang Diatur

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 16:09 WIB
Tompi di kantor detikcom.
Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta -

Penyanyi sekaligus dokter Tompi mengusulkan agar tidak hanya pelaksanaan transportasi yang diatur dalam kondisi seperti sekarang ini. Melainkan, jam kerja juga perlu diatur.

Menurut Tompi, jika jam operasi transportasi diatur namun jam kerja kerja tidak diatur maka akan berisiko pada membludaknya penumpang.

"Perlu di-synchronize terutama berhubungan pelaksanaan transportasi massal itu harus disinergikan jam kerja. Otomatis kebutuhan orang transportasi nggak berkurang tapi kebijakan jam kerja seperti sekarang nggak akan cukup," ujarnya dalam sebuah acara webinar, Selasa (26/5/2020).

Dia menuturkan, pemerintah perlu melakukan intervensi jam kerja. Dia menjelaskan, dengan penerapan social distancing maka transportasi massal tidak akan cukup menampung penumpang.

"Mungkin pemerintah mengintervensi jam kerja perusahaan-perusahaan. Kalau semuanya kerjanya mulai jam 8 pagi otomatis orang akan sebelumnya. Dengan kuota sama besar, tapi dilakukan sosial distancing nggak akan cukup, akhirnya orang akan berantem, akan kisruh juga. Kalau misalnya jam kerja dibagi ada yang masuk jam 7, jam 10, jam 4 sore sehingga populasinya terbagi," jelasnya.


Tak hanya itu, berkaca pada membludaknya penumpang seperti di bandara beberapa waktu lalu, Tompi mengusulkan agar penjualan tiket dilakukan secara online.

"Karena pembatasan kaya kemarin kalau kita lihat berita orang mudik di airport sampai numpuk, yang jadi masalah karena tiketnya belum online, proses-proses registrasi belum online, sehingga orang harus ngumpul. Udah gitu antisipasi pintunya kurang cepet," jelasnya.



Simak Video " Ini Aturan New Normal bagi Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/dna)