Punya Resolusi Keuangan? Begini Cara Evaluasi Capaiannya

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 26 Mei 2020 16:35 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pandemi Corona telah berdampak pada keuangan rumah tangga. Bukan hanya berdampak pada pos pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga pada resolusi keuangan 2020 yang telah disusun sebelumnya.

Menjelang pertengahan tahun ini, saatnya mengevaluasi resolusi keuangan di tengah pandemi Corona. Freddy Tedja, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) akan menjelaskan cara evaluasi resolusi keuangan 2020.

Periksa Aset yang dimiliki dan pertumbuhannya

Buat daftar seluruh aset yang Anda miliki dan hitung berapa besar pertumbuhannya dalam kurun waktu hampir 6 bulan terakhir ini. Aset yang dimaksud dapat berupa reksa dana, saham atau obligasi, tabungan atau deposito, emas, maupun properti seperti tanah, toko, dan lainnya.

Periksa utang-utang yang masih harus ditanggung

Buat daftar seluruh utang yang masih harus ditanggung dan tanggal berakhirnya, baik utang konsumtif maupun utang produktif.

Hitung harta yang terkumpul

Langkah selanjutnya, lakukan pengecekan, apakah jumlah harta yang Anda miliki bertambah atau berkurang dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Caranya, dengan menghitung jumlah aset yang dimiliki saat ini, dikurangi dengan jumlah utang yang masih harus ditanggung. Harta = Aset - Utang.

Masukkan resolusi keuangan ke dalam 3 kategori

Ketika Anda melakukan evaluasi, yang harus Anda lakukan adalah melihat lagi daftar resolusi keuangan 2020 yang telah disusun sebelumnya. Masukkan masing-masing ke dalam 3 kelompok terpisah yakni, yang sudah tercapai, yang kemungkinan masih bisa dicapai dalam tahun ini, dan yang sebaiknya ditunda dulu.

Untuk memutuskan sebuah resolusi keuangan masuk ke dalam kategori yang mana, perhatikan harta yang sudah terkumpul selama periode sekitar 6 bulan terakhir, tingkat urgensi, dan penghasilan Anda saat ini.

Evaluasi setiap 3 bulan sekali

Sesuaikan kembali resolusi keuangan Anda secara lebih realistis, namun harus tetap spesifik dan terukur. Periode evaluasi yang ideal adalah per kuartal atau setiap tiga bulan sekali, karena jika terjadi penyimpangan akan cepat ditangani. Namun, di tengah kondisi seperti saat ini, Anda juga boleh melakukan review setiap bulan.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)